Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
17 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
6 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Parlemen

Unggahan Medsos Bernada Kampanye 'Nyapres' Berbuntut Pertanyaan soal Kinerja DPD

Unggahan Medsos Bernada Kampanye Nyapres Berbuntut Pertanyaan soal Kinerja DPD
Peneliti Formappi Lucius Karus dalam suatu kesempatan. (foto: ist. via mnctrijaya)
Selasa, 31 Mei 2022 11:22 WIB
JAKARTA - Peneliti Formappi (Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia) Lucius Karus mengkritisi penggunaan akun media sosial diduga milik DPD RI. Kepada wartawan, Selasa (21/5/2022), Lucius menyampaikan, unggahan Instagram @dpdri itu bernada kampanye pribadi Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti menuju pencapresan.

"Parah! Akun DPD RI jadi media kampanye Capres," kata Lucius dalam status WA yang dilihat GoSumbar.com, Selasa (31/5/2022).

WartaPKU Uanggahan media sosial yang di
Uanggahan media sosial yang dinilai bernada kampanye nyapres oleh Formappi. (gambar: ist. via mnctrijaya)

Dari tangkapan layar akun Instagram dpdri, nampak terlihat foto LaNyalla dengan sejumlah orang dalam suatu ruangan formal. Tertulis sebagai keterangan foto; "Negara Butuh Strong Leader, KAHMI Pare-Pare Dukung LaNyalla jadi Presiden".

Saat dikonfirmasi, Lucius menyatakan, sebenarnya urusan pencapresan merupakan hak LaNyalla sebagai warga negara. Hanya saja, "Tidak pantas urusan pribadi itu jadi konten medsos milik lembaga."

"Media sosial milik lembaga ya mestinya menyampaikan informasi terkait pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga bukan pelaksanaan politik pencitraan Ketuanya," kata Lucius.

DPD itu,kata Lucius, memang mungkin jadi satu lembaga yang minim manfaat, "Tetapi jangan sampai orang-orang yang menjadi anggotanya menambah ketakbermanfaatan lembaga itu."

"Kalau Ketua DPD mau jadi Capres, ya silahkan saja. Itu urusan pribadinya. DPD bukan peserta Pemilu yang sama dengan Parpol dimana bisa mengusung calon presiden. Kalau Ketua DPD mau jadi calon presiden ya deketin partai, walau saya ngga yakin ada partai yang tertarik," ujar Lucius.

Jadi, tandas Lucius, "Jangan rusak lembaga untuk atau demi nafsu pribadi Ketua DPD!".

Terlebih, menurut Lucius, aampai sekarang kinerja DPD belum juga jelas, malah yang muncul adalah informasi terkait nafsu ketuanya mau jadi Capres. "Parah banget kan?".

Saat berita ini dimuat, unggahan tersebut sudah tak tersedia di akun dpdri. Lucius menuturkan, unggahan itu Ia capture pada Senin sore, kemarin. Saat itu, unggahan "Negara Butuh Strong Leader, KAHMI Pare-Pare Dukung LaNyalla jadi Presiden" sudah disukai oleh 1.207 akun dan mendapat komentar tak kurang dari 571 komentar pengguna Instagram.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Parlemen, Kampus
wwwwww