Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
2
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
23 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
3
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
12 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
4
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
5
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
12 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Pertempuran Pelatih Indonesia di Cabor Angkat Basi SEA Games 2021 Vietnam

Pertempuran Pelatih Indonesia di Cabor Angkat Basi SEA Games 2021 Vietnam
Lukman, Pelatih Tim Angkat Besi Putra Thailand. (Dok. Pribadi)
Minggu, 15 Mei 2022 00:07 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pertandingan cabang olahraga angkat besi SEA Games 2021 Vietnam menjadi menarik. Kali ini, ada dua negara tercatat menggunakan jasa pelatih angkat besi Indonesia. Praktis, SEA Games XXXI yang digelar di Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei 2022 nanti menjadi ajang pertempuran pelatih Indonesia.

Tercatat, pelatih Eko Yuli Irawan di Olimpiade 2020 Tokyo, Lukman akan memimpin Tim Angkat Besi Putra Thailand dan Yon Haryono sebagai pelatih kepala Tim Angkat Besi Malaysia di ajang pesta olahraga dua tahunan negara-negara Asia Tenggara tersebut.

"Ya, saya dipercaya menangani 7 lifter putra Thailand yang akan tampil di Vietnam nanti," kata Lukman yang dihubungi Jumat (29/4/2022).

Di Vietnam nanti, kata Lukman, Thailand akan menurunkan 14 atlet terdiri dari 7 putra dan 7 putri pada penampilan perdana setelah terkena sanksi doping di Kejuaraan Duna Angkat Besi 2019. Targetnya, kata Lukman, Thailand akan menjadikan cabang olahraga (cabor) angkat besi sebagai salah satu tambang medali emas.

"Sejak sanksi doping itu, Thailand terus berbenah. Mereka terus melakukan pembinaan secara berjenjang dan berkesinambungan terhadap atlet-atlet potensial yang dijaring dari turnamen lokal. Kini, mereka mentargetkan meraih medali emas sebanyak-banyaknya di angkat besi yang menjadi salah satu cabor andalannya," ungkap Lukman yang enggan menyebutkan jumlah target medali emas.

Yon Hariyono juga mengaku mendapat tugas sebagai pelatih kepala Tim Angkat Besi Malaysia yang beranggotakan 5 putra dan 3 putri setelah kontrak pelatih asal China, Wang Zhi Quan telah berakhir. Dan, dia mengaku senang dan bangga mendapat kepercayaan tersebut.

"Saya memang ditunjuk sebagai pelatih kepala Tim Angkat Besi Malaysia yang akan tampil di Vietnam nanti. Terus terang, saya tidak menduga bakal mendapat kepercayaan dari federasi angkat besi Malaysia karena selama ini saya hanya menjadi pelatih angkat besi di Johor saja," kata Yon Hariyono yang saat dihubungi mengaku sudah berada di Malaysia sejak 23 April 2022.

Mengingat waktu sangat pendek, kata Yon Haryono, dirinya tidak dibebankan target di Vietnam nanti. "Federasi angkat besi Malaysia menyadari waktunya sangat pendek sehingga tidak membebankan target medali. Tetapi, saya selaku pelatih profesional akan berusaha mempersiapkan mereka tampil semaksimal mungkin," ungkapnya.

"Sehabis SEA Games 2021 Vietnam, saya akan menandatangani kontrak untuk menangani Tim Angkat Besi Malaysi yang akan melakukan persiapan menuju Commonwealth Games di Birmingham, Inggris pada akhir Juli atau awal Agustus 2022 nanti. Pastinya ada target," jelasnya. ***

wwwwww