Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
14 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
4 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Binawidya

Gubernur: Badoncek Modal Sosial Atasi Persoalan di Ranah Minang

Gubernur: Badoncek Modal Sosial Atasi Persoalan di Ranah Minang
Gubernur Sumbar Mahyeldi. (antara/ikhwan wahyudi)
Kamis, 12 Mei 2022 07:58 WIB
PADANG - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menilai tradisi ''Badoncek'' menjadi modal sosial warga mengatasi berbagai persoalan di "Ranah Minang" itu.

"Badoncek merupakan wujud kepedulian masyarakat dan perantau yang dilakukan untuk membangun masjid, mushalla, fasilitas pendidikan, santunan anak yatim, hingga penanggulangan bencana alam," katanya di Padang, Rabu.

Ia melihat semangat Badoncek lebih kuat di tingkat nagari karena tingginya solidaritas dan kekompakan masyarakat.

Ia mengemukakan pentingnya pengembangan semangat Badoncek karena secara merata dilaksanakan masyarakat sebagai budaya di daerah itu.

Ia menceritakan tentang program pemprov setempat saat Ramadhan 1443 Hijriah, seperti program singgah sahur dan membantu warga kurang mampu untuk membangun rumah mereka sehingga menjadi layak huni.

Pemprov melalui Baznas setempat memberikan stimulan, kemudian masyarakat setempat bersama-sama menambah bantuan itu sehingga rumah yang direnovasi menjadi lebih bagus.

"Ada rumah yang diberikan bantuan stimulan dari provinsi cuma Rp25 juta namun saat dibangun nilainya menjadi Rp100 juta berkat tradisi Badoncek," katanya.

Oleh sebab itu, katanya, semangat Badoncek telah terbukti menjadi solusi dalam meringankan beban warga.

Ia menyebut tradisi ini sudah hadir sejak puluhan tahun lalu, saat membeli pesawat Avro Anson RI003 yang merupakan pesawat ketiga milik pemerintah Indonesia hasil sumbangan dari masyarakat Minang.

Ia mengatakan Badoncek merupakan upaya memberikan bantuan kepada pihak lain, berupa uang atau harta, sebagai wujud kebersamaan dan kegotongroyongan yang populer di kalangan masyarakat, terutama di Kabupaten Padang Pariaman dan daerah lainnya.

Prinsip yang dipakai dalam Badoncek, kata dia, falsafah adat Minang "Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang" yang artinya berat sama-sama dipikul dan ringan sama-sama dijinjing.

Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengatakan Badoncek merupakan budaya yang sudah mengakar di daerah itu sehingga apapun yang hendak dibangun, sebagai wujud kebersamaan warga dalam tradisi budaya lokal itu.

Ia menyebut prinsip Badoncek adalah "sato sakaki" yang artinya berpartisipasi walau sedikit.

"Oleh sebab itu apapun hajatan dan kegiatan warga memiliki satu rasa sehingga turut serta merogoh kantong untuk ikut andil membantu dengan cara menyumbang," katanya.

Ia menilai peran Badoncek cukup besar bagi pemerintah daerah karena warga bisa secara swadaya membangun berbagai infrastruktur di tingkat nagari, termasuk ketika pada 2009 terjadi gempa bumi di daerah setempat.

Ia menceritakan saat gempa 2009, masyarakat Padang Pariaman yang tidak terkena dampak bencana itu turut andil dalam semangat Badoncek, membantu warga lainnya yang terdampak musibah tersebut.

"Termasuk pada Idul Fitri kali ini, ditemukan perantau yang Badoncek, menyediakan ambulans bagi warga kampungnya hingga pembangunan jalan di nagari," kata dia. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Kabar Bertuah, Binawidya
wwwwww