Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
7 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Tak Mau Terbengkalai, Okto Promosikan Venue PON Papua Agar Bisa Digunakan Atlet Luar Negeri

Tak Mau Terbengkalai, Okto Promosikan Venue PON Papua Agar Bisa Digunakan Atlet Luar Negeri
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Foto: Gonews.co Group)
Minggu, 17 April 2022 21:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari tidak ingin eks fasilitas venue Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua terbengkalai seperti fasilitas di PON-PON terdahulu. Makanya, Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari ingin fasilitas berstandar internasional itu bisa dipergunakan untuk persiapan atlet Indonesia dan juga atlet dari luar negeri.

"Saya teringat waktu di Portugal dimana saya menemukan atlet dari negara lain memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di sana. Tidak ada salahnya jika fasilitas di PON XX Papua bisa juga digunakan atlet dari negara lain dan bukan hanya atlet Indonesia," kata Okto di Jakarta, Minggu (17/4/2022).

Untuk bisa mewujudkan keinginan itu, kata orang nomor satu di lembaga non pemerintah yang bertugas membantu pemerintah dalam membangkitkan olahraga Indonesia, dirinya setiap saat mengkampanyekan Indonesia pada saat menjalin diplomasi dengan Federasi internasional maupun NOC negara lain.

"Saya selalu mensosialisasikan di Indonesia hanya ada dua musim yakni musim basah dan musim kering dalam setiap bertemu federasi internasional maupun NOC negara lain. Dan, saya juga menjelaskan Indonesia banyak memiliki fasilitas olahraga berstandar internasional yang dapat dipergunakan negara lain untuk melakukan persiapan menghadapi berbagai event internasional," ungkapnya.

Selain bicara masalah eks fasilitas venue PON Papua, Okto juga menjelaskan tentang masalah pembinaan yang harus dilakukan secara terprogram. Karena, katanya, selama ini selalu by accident. "Sudah tidak saatnya lagi prestasi itu by accident. Tetapi, semua itu butuh proses dan terprogram," tandasnya.

Dia juga mengungkapkan, Indonesia tidak perlu terjebak dengan berbagai event di luar negeri. Namun, event yang diikuti harus bermanfaat yang bisa lebih banyak meloloskan atlet Indonesia di Olimpiade. Sebagi contoh, Okto menyebut ada dua event balap sepeda yang tabrakan saat digelarnya Asian Games 2022 Hangzhou, China, Nopember dengan World Championship di Australia.

"Perlu diketahui World Championship itu kedudukannya lebih tinggi kemudian Asian Championship. Kalau memang tujuan untuk meloloskan atlet ke Olimpiade, kita harus fokus ke World Championship yang juga babak kualifikasi Olimpiade dibandingkan Asian Games," jelasnya.***

wwwwww