Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

130 Ton Ikan Tiba-tiba Mati di Danau Maninjau, Petani Tekor Miliaran

130 Ton Ikan Tiba-tiba Mati di Danau Maninjau, Petani Tekor Miliaran
Ikan mati di Danau Maninjau. (Foto: Antara)
Senin, 14 Februari 2022 21:38 WIB

AGAM - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat kematian ikan di Danau Maninjau menjadi 130 ton. Petani tekor Rp2,6 miliar. Waduh.

"Ikan yang mati itu bertambah dari 40 ton pada Senin (14/2) pagi menjadi 120 ton pada Senin (14/2) sore dengan ukuran siap panen," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam Rosva Deswira di Lubukbasung, Senin (14/2/2022).

Ia mengatakan, sebanyak 120 ton ikan itu, berada di Rambai, Nagari Koto Malintang. Sebanyak 50 ton tersebar di 76 petak keramba jaring apung milik 30 petani. Setelah itu di Linggai, Nagari Duo Koto, sebanyak 80 ton tersebar di 100 petak keramba jaring apung milik 15 petani. "Kematian ikan itu terus bertambah dan penyuluh perikanan Kecamatan Tanjungraya sedang melakukan pendataan," katanya.

Dengan kejadian itu, kata dia, menyebabkan petani mengalami kerugian sekitar Rp2,6 miliar karena harga ikan tingkat petani sekitar Rp20 ribu per kilogram. Untuk itu ia mengimbau petani agar memanen ikan secara dini dan dipindahkan ke kolam air tenang, agar tidak ikut mati. "Ini untuk mengantisipasi kerugian material cukup banyak," katanya.

Ia mengatakan, ikan ini mati akibat kekurangan oksigen semenjak Jumat (11/2) sore, setelah curah hujan disertai angin kencang melanda daerah itu cukup tinggi. Setelah itu ikan mengalami pusing dan mengapung ke permukaan danau. Beberapa jam, ikan menjadi mati dan mengapung. "Bangkai ikan mengapung di permukaan Danau Maninjau," katanya.

Ia mengatakan kematian ikan secara massal ini merupakan perdana pada 2022. Sedangkan selama 2021 sebanyak 1.764 ton dengan kerugian sekitar Rp35,28 miliar.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Binawidya, Marpoyan Damai
wwwwww