Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
12 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Paralimpiade Tokyo 2020

Widi Bilang Hasil Kerja Keras Berbuah Medali Perak

Widi Bilang Hasil Kerja Keras Berbuah Medali Perak
Widi dengan medali perak Paralimpiade Tokyo 2020. (Dok. NPC Indonesia)
Kamis, 26 Agustus 2021 15:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
TOKYO - Luar biasa. Ni Nengah Widiasih, lifter para angkat besi putri andalan Indonesia meraih medali  dalam dua penampilan di Paralimpiade. Pada Paralimpiade Rio de Janeiro 2016, Widi panggilan akrabnya meraih medali perunggu. Kemudian, dia sukses mengubahnya menjadi medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020.

Berlomba di Tokyo International Forum, Jepang, Kamis (26/8/2021), gadis kelahiran Karangasem Bali, 12 Desember 1992 ini berhasil melakukan dua kali angkatan 98 kg yang menjadi angkatan terbaiknya. Dia unggul tipis atas lifter Venezuela, yang meraih medali perunggu Fuentes Monasterio yang mencatat angkatan terbaik 97 kg.

Sementara itu untuk medali emas, dipastikan menjadi milik lifter Tiongkok, Guo Lingling. Guo Lingling bahkan berhasil memecahkan rekor dunia dengan mencatat angkatan terbaik 108 kg.

"Di Paralimpiade Rio de Janeiro 2016, saya meraih medali perunggu. Makanya, saya senang dan bangga bisa mengubahnya menjadi medali perak di Paraliompiade Tokyo 2020. Dan, medali perak ini saya persembahkan untuk bangsa dan negara," kata Widi yang dihubungi Gonews.co Group melalui WhatsApp.

Keinginan untuk meningkatkan perolehan medali di Paralimpiade Tokyo 2020, kata Widi memang sudah menjadi tekadnya. Makanya, dia terus menjalankan program latihan dengan serius apalagi dia memahami persaingan sangat ketat.

"Tidak gampang meraih perak di Paralimpiade Tokyo 2020 karena memang persaingan sangat ketat. Prestasi ini dicapai berkat kerja keras saya dalam menjalankan program latihan," ungkapnya.

Ni Nengah Widiasih adalah atlet para powerlifting Indonesia. Dia mulai mengenal olahraga angkat besi pada tahun 2006 mengikuti jejak kakak laki-lakinya yang lebih dulu berkompetisi di para powerlifting. ***

wwwwww