Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
4
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
4 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
5
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
6
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Anak Muda dan Mahasiswa Harus Didorong Jadi Wirausaha Tangguh Kata Menpora Amali

Anak Muda dan Mahasiswa Harus Didorong Jadi Wirausaha Tangguh Kata Menpora Amali
Menpora Zainudin Amali. (Dok. Kemenpora)
Rabu, 25 Agustus 2021 21:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA -  Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus mendorong mahasiswa dan anak muda menjadi pelaku wirausaha yang tangguh dalam upaya menghadapi bonus demografi.

Hal itu diungkapkan Menpora Zainudin Amali saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Universitas Ciputra (UC) Surabaya dengan tema Entrepreneurial Transformations Toward a Future University melalui virtual dari Ruang VIP, Kemenpora, Rabu (25/8/2021).
"Masyarakat kita harus lebih banyak didorong bergerak di bidang wirausaha sebagai salah satu cara menghadapi bonus demografi. Apa yang dilakukan oleh UC, pemerintah menganggap ini salah satu hal yang tepat dan sekaligus menjadi bagian dari solusi tentang problem masa depan kita,' Menpora Amali.

Menurutnya, sebagai sebuah perguruan tinggi, UC punya kewajiban memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi oleh bangsa ini. "Kita tahu bahwa salah satu kemajuan suatu negara ditentukan oleh seberapa besar persentase masyarakatnya yang bergerak di bidang wirausaha," ucapnya.

"Kalau dilihat secara persentase, masyarakat Malaysia yang bergerak di bidang wirausaha sudah sekitar 5%, sedangkan Indonesia baru sekitar 3.5%. Kalau melihat hal ini jadi saya setuju dengan dengan apa yang disampaikan oleh Pak Rektor bahwa perguruan tinggi harus punya sensitivitas terhadap lingkungannya," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa perguruan tinggi tidak bisa hanya mendesain atau menciptakan lulusan yang akhirnya hanya untuk mencari kerja. "Tentu tidak memungkinkan untuk lulusan-lulusan perguruan tinggi harus berebut mencari lapangan pekerjaan. Coba bayangkan, tiap tahunnya, berapa banyak lulusan dari perguruan negeri dan swasta, belum lagi dengan lulusan luar negeri. Dan kalau ini tidak mendapat penyaluran pekerjaan maka akan menjadi crowded," jelasnya.

Dengan demikian, Kemenpora menyadari tantangan ke depan para generasi muda, para generasi milenial. Oleh karena itu, Kemenpora dalam kurun waktu 2020-2024, Kemenpora membuat program prioritas yang menjadi panduan dari semua kegiatan dan aktivitas di Kemenpora. Terkait wirausaha, di tempatkan di program prioritas yang kedua yakni pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan.

"Jadi penekanan adalah ke wirausaha atau entrepreneur. Jadi sudah sangat tepat tema yang diambil oleh UC untuk mendorong para mahasiswanya menjadi kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat berwirausaha. Karena kalau mereka hanya dibekali dengan kemampuan akademik saja, tidak ada kemampuan lain maka pasti begitu mereka lulus dari perguruan tinggi, mereka akan kesana kemari mencari pekerjaan," katanya.

Padahal, lanjutnya, yang diharapkan oleh pendiri UC adalah menjadi pencipta lapangan pekerjaan. "Jadi bukan menjadi beban tetapi akan menjadi solusi. Oleh karena itu, sejak jauh-jauh hari di perguruan tinggi, mereka sudah dibekali dengan kemampuan-kemampuan untuk bisa kreatif, untuk bisa inovasi dan tentu bisa mandiri tanpa ketergantungan pada pihak dan juga bisa bersaing," tutupnya. ***

wwwwww