Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
21 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
24 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
5
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Wagub Sumbar: Minang Bangga Puan Pakai Busana Adat Bundo Kanduang

Wagub Sumbar: Minang Bangga Puan Pakai Busana Adat Bundo Kanduang
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengenakan busana tradisional Bundo Kanduang, asal Lintau, Tanah Datar, Sumatera Barat. (foto: ist./dpr ri)
Selasa, 17 Agustus 2021 15:21 WIB
JAKARTA - Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, menyebut masyarakat Minangkabau bangga karena Ketua DPR RI Puan Maharani memakai busana tradisional Bundo Kanduang, asal Lintau, Tanah Datar, Sumatera Barat.

Puan Maharani memakai busana Bundo Kanduang saat menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan HUT Ke-76 RI di Istana Merdeka, Selasa (17/8/2021). Dalam acara itu, cucu proklamator Bung Karno tersebut didaulat membacakan Teks Proklamasi.

"Terlihat anggun sekali Ibu Puan mengenakan baju tersebut," ungkap Wagub Sumbar Audy Joinaldy lewat pesan suara.

Audy menyatakan kebanggaannya atas pilihan Puan mengenakan baju adat khas Minang tersebut. Apalagi Minangkabau mengenal garis keturunan perempuan (matriarkat), di mana nenek Puan dari ayahnya, Taufiq Kiemas, merupakan wanita asli Tanah Datar, Sumbar.

"Kami pikir ini adalah pilihan beliau sendiri mengenakan baju Minangkabau. Tentunya kami bangga ya, karena Minangkabau kan matriarkat, turunan dari wanita ya. Karena ibunya Pak Taufiq Kiemas adalah orang Minang, artinya memang Ibu Puan adalah keturunan Minangkabau," ucapnya.

Wagub Sumbar pun meyakini masyarakat Minang juga merasakan kebanggaan yang sama karena pakaian adatnya dikenakan tokoh nasional di momen acara besar kenegaraan.

"Jadi kami melihatnya juga bangga sebagai masyarakat Minangkabau. Bahwasanya masyarakat Sumatera Barat melihat Ketua DPR RI mengenakan pakaian Minangkau dalam upacara yang sangat besar, upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia," sambung Audy.

Pada upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan di Istana Merdeka, Puan memakai busana Bundo Kanduang bernuansa krem, merah dan emas. Busana adat yang biasa disebut juga dengan Limpapeh Rumah Nan Gadang itu merupakan busana yang biasa dipakai oleh wanita Minang di Minangkabau, Sumatera Barat.

Biasanya, pakaian adat ini dipakai oleh seorang wanita yang telah dewasa atau yang telah menikah. Busana Bundo Kanduang dilengkapi dengan Tingkuluak Balenggek, penutup kepala yang berasal dari Lintau, Tanah Datar.

Oleh wanita Minang, busana Bundo Kanduang biasa dipakai pada acara adat seperti pernikahan, pengangkatan datuak, dan lainnya. Makna busana ini merupakan simbol dari pentingnya peran seorang ibu dalam sebuah keluarga.

"Negeri yang merdeka ini tidak hanya harus berdaulat secara politik dan berdikari secara ekonomi, tetapi juga berkepribadian dalam budayanya," ujar Puan sebelumnya mengutip Trisakti Bung Karno.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Binawidya, Kampus, Kabar Bertuah
wwwwww