Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
22 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
11 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
6
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah
OPINI

Memaknai Wacana Hidup Bertahun-tahun dengan 'Masker'

Memaknai Wacana Hidup Bertahun-tahun dengan Masker
Ilustrasi perempuan memakai masker. (Foto: Istimewa)
Kamis, 12 Agustus 2021 13:13 WIB
Penulis: Emrus Sihombing
SETIDAKNYA,  ada dua makna di balik wacana "mungkin hidup bertahun-tahun (yang relatif tanpa batas waktu) dengan masker".

Pertama, berakhirnya periode pemerintahan yang berkuasa, baik yang sekarang maupun yang akan datang, tidak menjamin bahwa kasus Covid-19 bisa tertangani dengan tuntas.

Karena itu, muncul pertanyaan kritis, apakah wacana tersebut mampu menumbuhkan optimisme atau malah sebaliknya dari publik terhadap penanganan
Covid-19 oleh para penanggungjawab yang ditugaskan oleh Presiden.

Untuk itu, pilihan diksi menjadi peting dalam seluruh rangkaian narasi dari seorang pejabat publik atau komunikator komunikasi publik. Sebab, kata atau diksi itu punya power membentuk persepsi dan atau makna di peta kognisi setiap khalayak membentuk perilaku individu dan kolekrif.

Kedua, implementasi Strategi Komunikasi menjadi SOLUSI tak terbantahkan menangani Covid-19 (hal ini sudah berkali-kali saya sampaikan di ruang publik), karena menyangkut kesadaran segala hal tentang masker, sikap dan rasa nyaman terhadap penggunaan masker serta perilaku masyarakat mengenakan masker itu sendiri.***

Penulis: Emrus Sihombing, Komunikolog Indonesia.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Kesehatan, Sepakbola, Warga Bertuah, Kabar Bertuah
wwwwww