Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
12 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
1 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Olimpiade 2020 Tokyo

Periingkat ke-17, Melani/Mutiara Butuh Tambahan Jam Terbang

Periingkat ke-17, Melani/Mutiara Butuh Tambahan Jam Terbang
Melani/Mutiara. (Dok. NOC Indonesia)
Kamis, 29 Juli 2021 16:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution

TOKYO - Pelatih Dayung Indonesia Muhammad Hadris mengevaluasi penampilan Melani Putri/Mutiara Rahma Putri yang tampil di nomor Lightweight Double Sculls (LWX2) Olimpiade 2020 Tokyo. Menurutnya, jam terbang menjadi kendala bagi anak-anak latihnya untuk tampil kompetitif.

Melani/Mutiara hanya mampu menempati peringkat ke-17 pada Final C (perebutan posisi 13-18) LWX2 di Sea Forest Waterway, Tokyo, Jepang, Kamis (29/07). Melani/Mutiara mencatat waktu 7 menit 25,06 detik. Hasil ini, dikatakan Hadris, lebih baik dibanding saat turun di babak repechage.

“Saat repechage, catatan waktu anak-anak 8 menit 03,19 detik. Jadi sekarang sebenarnya lebih baik. Mereka sudah berusaha maksimal untuk bisa memenuhi target masuk 16 Besar. Tetapi, Tunisia memang jauh lebih unggul," kata pelatih Tim Nasional (Timnas) Dayung Indonesia, Muhammad Hadris kepada Tim Media NOC Indonesia.

Menurut Hedris, potensi cabang olahraga dayung untuk meraih prestasi cukup besar. Untuk itu, katanya, perlu dilakukan trainning camp (TC) di luar negeri untuk menambah jam terbang sehingga nantinya dapat meningkatkan prestasi atlet dayung yang bakal turun di Olimpiade 2024 Paris.

"Ke depan, kami perlu mengirimkan atlet menjalani TC di luar negeri. Jadi, mereka bisa lebih fokus dan bisa mengikuti berbegai event internasional," katanya.

“Menurut saya ini pending bagi Melani/Mutiara karena mereka ini masih muda dan potensial untuk tampil lagi di Olimpiade 2024 Paris.***

Kategori:Gelanggang
wwwwww