Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
14 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Olimpiade 2020 Tokyo

Kepancing Permainan Cepat, Gregoria Terhenti

Kepancing Permainan Cepat, Gregoria Terhenti
Gregoria Mariska Tunjung. (Dok. NOC Indonesia)
Kamis, 29 Juli 2021 15:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution

TOKYO - Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung gagal melangkah ke babak perempat final cabang olahraga bulutangkis Olimpiade 2020 Tokyo. Dalam pertandingan yang dimainkan, Kamis (29/7/2021), Gregoria Mariska Tunjung harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Ratchanok Intanon dengan skor 12-21 19-21.

Dalam pertandingan di gim pertama, Gregori, panggilan akrab Gregoria Mariska Tunjung mengaku kepancing dengan permainan cepat yang diterapkan Ratchanok Intanon. Bahkan, dia juga telah mencoba memberikan bola-bola susah namun usahanya itu gagal.

"Saya kepancing permainan cepat lawan di gim pertama. Padahal, itu tidak menguntungkan buat saya, karena lawan sepertinya memancing untuk main panjang. Sementara bola-bola saya banyak yang out. Saya ingin pengembalian bola-bola saya bisa menyusahkan lawan, tetapi malah jadi out dan mati sendiri," katanya.

Memasuki gim kedua, Gregori kembali mengalami kesulitan. Dia sulit mengakur irama permainan. Akibatnya, dia kehilangan kesempatan untuk mewujudkan impiannya meraih prestasi puncak di Tokyo.

"Pada gim kedua, awalnya saya tak bisa atur irama. Saat di pertengahan pas saya ketinggalan jauh saya cuma mikir, kalau pun kalah saya gak mau kalah begitu saja. Tapi, saya jadinya merasa tertekan di lapangan sehingga permainan saya kurag berkembang. Padahal, saya ingin all-out karena ini Olimpiade, empati tahun sekali," tandasnya. ***

Kategori:Gelanggang
wwwwww