Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
24 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
22 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
7 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
11 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
7 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Diungsikan ke Kos, Nakes Malah Temukan sang Ibu Tewas Sudah Membengkak

Diungsikan ke Kos, Nakes Malah Temukan sang Ibu Tewas Sudah Membengkak
Evakuasi jasad orangtua Nakes di Tanjung Pinang Kepri. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 24 Juli 2021 17:40 WIB

TANJUNGPINANG - Sosok mayat wanita ditemukan dalam keadaan mulai membengkak dalam kos-kosannya, Kamis (22/7/2021) malam.

Diduga sudah beberapa hari meninggal. Mayat tersebut diketahui bernama Sundari (54). Korban tinggal di kos kawasan Jalan Pantai Impiann, Gang Lumba-Lumba I, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kepulauan Riau (Kepri).

Kanit Resekrim Polsek Tanjungpinang Barat, Ipda Okta Viandri mengungkapkan, Sundari pertama kali ditemukan oleh anaknya. "Anaknya saat itu hendak mengunjunginya karena sudah tiga hari tidak berkunjung. Ketika anaknya ke kos ibunya, anaknya melihat ibunya sudah tergeletak meninggal di lantai," kata Okta dilansir GoNews.co dari Batamnews.co.id

Labih lanjut, ia menjelaskan, anak korban merupakan salah satu tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Tanjungpinang dan telah beberapa kali terpapar positif Covid-19. "Karena tidak ingin mengambil resiko (menulari ibunya) dia menyuruh ibunya tinggal di kos-kosan," terangnya.

Korban langsung dievakuasi oleh petugas dari Rumah Sakit Umum Dearah (RSUD) Tanjungpinang sesuai protokol kesehatan untuk dilakukan visum. "Setelah di tes Rapid Antigen, hasilnya negatif," ungkapnya lagi.

Dari hasil visum di tubuh, wanita itu tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan pengakuan anaknya, ibunya ini memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah mengalami stroke. "Diduga korban meninggal selama 3 hari dikos-kosan," sebutnya.

Saat ini jenazah sudah diurus dan akan dimakam oleh anaknya yang berkerja sebagai nakes di RSUD Tanjungpinang.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kesehatan, Warga Bertuah
wwwwww