Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
18 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
8 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Istri Polisi Melawan Petugas Satgas Raika Saat Penertiban PPKM Mikro di Makassar

Istri Polisi Melawan Petugas Satgas Raika Saat Penertiban PPKM Mikro di Makassar
Kamis, 15 Juli 2021 18:33 WIB

JAKARTA - Seorang istri polisi bernama Fatima ditengarai melawan petugas Satgas Raika Kota Makassar lantaran menolak warungnya ditutup. Adu mulut antara petugas dengan pemilik Coto Dewi yang berlokasi di Jalan Sunu, Kecamatan Bontoala pun tak terhidarkan.

Penertiban tersebut dilakukan lantaran warung Coto Dewi kedapatan beroperasi offline di atas pukul 17.00 Wita. Hal itu melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Berdasarkan video yang telah beredar, salah seorang petugas Satgas Raika, Saripah terlihat adu mulut dengan pemilik warung Coto Dewi. "Beberapa maki menegur cape jaki," kata Saripah, Rabu, 14 Juli 2021.

"Saya lebih cape," timpal pemilik warung.

Saripah menjelaskan pemerintah kota tak melarang melakukan penjualan saat melewati jam operasional. Hanya saja melalui take away. "Berapa tonji didapat kalau take away," kata pemilik warung.

Adu mulut terus berlanjut, Saripah melontarkan suara keras lantaran pemilik warung membawa nama instansi suaminya. "Di sini tidak ada sebut instansi, jangan tong maki itu sebut-sebut pangkatnya suami’ta,' ucap Saripah.

"Percumaki Haji mulut’ta tidak baik," sambung Saripah.

"Kenapa Haji-ku mau kau persoalkan? Janganki begitu. Kita yang tidak baik, mulai bilang tutup-tutup, santai maki saja," kata perempuan tersebut.

"Aturan Ibu, aturan," sambung Saripah.

Sebelumnya, Co Master Covid-19 Bontala juga telah meminta Satgas Raika menindaki usaha tersebut. Sebab, belakangan, Coto Dewi tidak pernah mematuhi aturan PPKM. Bahkan kerap melawan petugas.

Berpendapat senada, Master Kecamatan Bontoala Arman, mengatakan Satgas Raika sudah beberapa kali melakukan pelanggaran PPKM mikro. Ia mengatakan pihaknya sudah berulangkali memberikan teguran dan edukasi namun tak diindahkan. "Nampaknya belum dipahami," kata Arman.

Menyoal pemilik warung yang membawa nama suami yang bekerja sebagai polisi, Arman menilai hal itu menjadi masalah, sebab pihaknya hanya menjalankan aturan. "Kami hanya melaksanakan tugas sesuai edaran wali kota dalam rangka memutus mata rantai Covid-19," sebutnya.

"Tak ada pandang bulu, semua sama. Kita perlu saling pengertian apalagi beberapa hari terakhir tren kasus di Makassar meningkat," sambungnya kemudian.

Senada dengan itu, Sekretaris Satpol PP Kota Makassar Iqbal Asnan meminta semua pihak terlibat dan ikut berpartisipasi dalam menekan penularan Covid-19 di Makassar. "Kami berharap semua pihak ikut membantu dalam menekan potensi penyebaran Corona di Kota Makassar," ungkapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Parlemen, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww