Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
17 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
15 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
18 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
3 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
1 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Kena Macet, Warga Adu Klakson di Penyekatan PPKM Simpang Fatmawati Jaksel

Kena Macet, Warga Adu Klakson di Penyekatan PPKM Simpang Fatmawati Jaksel
Kondisi di penyekatan PPKM darurat Simpang Fatmawati Jaksel. (Foto: Azhar-detikcom)
Senin, 12 Juli 2021 08:22 WIB

JAKARTA - Polisi menambahkan titik penyekatan di masa PPKM darurat, salah satunya di Simpang Fatmawati, Jakarta Selatan. Para pengendara membunyikan klakson gara-gara terjebak macet.

Dilansir dari detikcom, pukul 07.10 WIB, Senin (12/7/2021), polisi terlihat menutup Jalan Fatmawati Raya dengan barrier plastik oranye. Banyak pengendara yang masih coba melintas, namun tak bisa menunjukkan surat tanda registrasi pegawai (STRP).

Pengendara yang bisa menunjukkan STRP diizinkan melintas. Polisi mengecek satu persatu pengendara sehingga kemacetan terjadi.

Terlihat pengendara seperti ojek online (ojol) atau tenaga kesehatan (nakes) diperbolehkan lewat karena bisa menunjukkan STRP. Sementara bus Transjakarta juga diperbolehkan melintasi Jalan Fatmawati Raya ini.

Karena kemacetan makin panjang, para pengendara dialihkan ke arah Jalan TB Simatupang. Anggota kepolisian hingga Dinas Perhubungan (Dishub) berjaga di lokasi untuk melakukan penyekatan.

Polisi juga menyekat Jalan Antasari, Jakarta Selatan. Jalan Fatmawati dan Jalan Antasari ditutup setiap hari di masa PPKM darurat, pada pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, pengemudi ojek online hingga taksi online diwajibkan membawa STRP saat beroperasi. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut petugas akan mengecek kelengkapan syarat di posko penyekatan.

Baik pengemudi maupun penumpang yang diangkutnya wajib membawa STRP ketika melintas di penyekatan. Selain STRP, keduanya juga harus menunjukkan dokumen telah disuntik vaksin COVID-19.

"Iya, wajib. Para pekerja ini kita minta untuk tetap mengajukan STRP, driver-nya. Jadi pada saat yang bersangkutan melakukan perjalanan, melintas di penyekatan tinggal menunjukkan bahwa yang bersangkutan memiliki surat tanda registrasi pekerja," kata Syafrin kepada wartawan, Jumat (9/7).

"Pada saat yang bersangkutan mengangkut penumpang maka penumpang pun harus bisa menunjukkan STRP. Jadi ada dua. Satunya adalah apakah sudah divaksin sekali atau dua kali. Kemudian ada STRP," ujarnya.***

Editor:Muslikhin effendy
Kategori:Kesehatan, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww