Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Calon Pemimpin Tidak Hanya Bermodalkan Popularitas, Tapi Juga Integritas dan Kapasitas

Calon Pemimpin Tidak Hanya Bermodalkan Popularitas, Tapi Juga Integritas dan Kapasitas
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menghadiri acara Pelatihan Tunas 3 yang diselenggarakan oleh organisasi sayap Partai Gerindra yakni Tunas Indonesia Raya (TIDAR).
Minggu, 20 Juni 2021 22:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menghadiri acara Pelatihan Tunas 3 yang diselenggarakan oleh organisasi sayap Partai Gerindra yakni Tunas Indonesia Raya (TIDAR). Pelatihan ini digelar dalam rangka upaya Tidar bisa menciptakan generasi muda sebagai calon pemimpin di masa depan.

Dalam sambutannya, Muzani menyampaikan seorang calon pemimpin harus memiliki kapasitas dan integritas yang baik. Dengan demikian calon pemimpin tersebut bisa memberikan sumbangsih yang besar bagi pembangunan bangsa. 

Oleh karena itu, seorang pemimpin tidak boleh hanya bermodalkan popularitas semata. Seorang calon pemimpin harus bisa diterima oleh rakyat dengan kerja-kerja nyata dan memahami apa yang menjadi kepentingan rakyat. 

"Keterkenalan (popularitas) kita harus berbanding lurus dengan kemampuan kita menyelesaikan persoalan rakyat. Maka itu diharapkan anak-anak muda di TIDAR bisa mamahami kebutuhan rakyat, sehingga bisa menjadi pemimpin yang lahir di tengah-tengah masyarakat," kata Muzani dalam acara itu di Jakarta, Minggu (20/6). 

Menurut Muzani, seorang calon pemimpin harus belajar dari tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan. Seperti Bung Karno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Pemimpin-pemimpin itu adalah sosok yang benar-benar hadir di tengah rakyat dan membela apa yang menjadi kepentingan rakyat. 

"Presiden Soekarno, sang proklamator yang selalu didambakan kehadirannya oleh rakyat dari Sabang sampai Merauke. Begitu juga Jenderal Soedirman adalah sosok yang patut kita teladani. Seorang yang dengan tulus melakukan pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara," Muzani. 

"Kepemimpinan mereka bukan hanya sekedar populer. Tapi karena pengabdian tulus kepada bangsa dan negara. Sehingga sampai dengan saat ini tokoh-tokoh itu seakan tetap hadir di tengah kita," imbuhnya. 

Partai Gerindra memiliki tujuan salah satunya menciptakan calon-calon pemimpin. Oleh karena itu, kata Muzani, Partai Gerindra mendirikan TIDAR karena proses politik harus menyiapkan pemimpin dalam rangka memberikan estafet perjuangan berikutnya. 

"Perjuangan politik Partai Gerindra harus terus berkelanjutan, supaya estafet perjuangan ini terjaga. Maka kita mendirikan TIDAR sebagai cara untuk menjamin kontinuitas regenerasi kepemimpinan. Karena yang senior ini pada akhirnya akan tergantikan," tegas Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.

Bagaimana pun proses politik merupakan salah satu cara yang efektif dalam memberikan andil yang berarti bagi pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kader-kader muda Gerindra diharapkan dapat memberikan sumbangsih terbaiknya untuk perbaikan bangsa Indonesia. 

"Nilai tertinggi dari sebuah pengabdian adalah mendahulukan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi," jelasnya.

Itu sebabnya sumpah jabatan dari semua jabatan publik adalah janji mendahulukan kepentingan rakyat. Kader-kader Gerindra dalam memegang jabatan publik harus memegang tehuh janji dan sumpah tersebut. 

"Karena bagi kami mendahulukan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi adalah tujuan daripada berdirinya partai Gerindra. Itulah calon-calon pemimpin bangsa yang akan terus kami lahirkan dari partai ini," tutup Wakil Ketua MPR itu.***

wwwwww