Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
21 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
24 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
5
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Risma Laporkan 21 Jutaan Data Ganda Bansos, Pertanyaan Netizen Mundur ke Pilpres 2019

Risma Laporkan 21 Jutaan Data Ganda Bansos, Pertanyaan Netizen Mundur ke Pilpres 2019
Reaksi netizen atas temuan 21 jutaan data ganda penerima Bansos. (gambar: tangkapan layar)
Sabtu, 01 Mei 2021 17:33 WIB
JAKARTA - Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini melaporkan kepada KPK bahwa telah ditemukan 21 jutaan data ganda penerima Bansos (bantuan sosial) yang akhirnya dinonaktifkan sementara.

"Alhamdulillah sesuai janji saya, April kami bisa selesaikan perbaikan datanya dan hasilnya seperti sudah saya sampaikan 21,156 juta atau 21,158 juta data itu ganda dan kemudian kami 'tidurkan' sehingga kemudian karena ada 21 juta yang kami 'tidurkan', kami meminta daerah-daerah untuk melakukan usulan tambahan untuk bisa kami tampung dan kami berikan bantuan," kata Risma di Gedung KPK, Jumat, sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Sabtu (1/5/2021).

Terkait temuan ini, akun Twitter @BennyHarmanID yang dikenal sebagai akun milik politisi senior Partai Demokrat, Benny Kabur Harman berkomentar, "Jika laporan Risma betul, KPK harus kuat dan tegar. Ini lah kejahatan extra ordinary itu,".

"Di era Jokowi berkuasa, lebih kejam dari teroris. Curi uang rakyat di siang hari bolong," cuit Benny sebagaimana dilihat GoNEWS.co, Sabtu.

Cuitan Benny kemudian menjadi artikel yang tautannya diunggah oleh netizen lain lengkap dengan pertayaan, "Jika laporan Bu Risma ke KPK benar ada data ganda 21 juta penerima Bansos, misal dikalikan Rp300 ribu/paket, berapa triliun yang dicuri?" cuit akun ESKA @NcuhiRiwo.

"Apakah ada korelasinya dengan dugaan 25 juta data ganda pada Pilpres 2019?" kata dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, Parlemen, Balai Kota
wwwwww