Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
20 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
19 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Kampus

Persoalan Papua Butuh Penyelesaian yang Terencana dan Holistik

Persoalan Papua Butuh Penyelesaian yang Terencana dan Holistik
Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono dalam Diskusi Kebangsaan MPR RI di Media Centre MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (26/4/2021). (foto: ist.)
Selasa, 27 April 2021 17:01 WIB
JAKARTA - Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan, dibutuhkan rencana jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di Papua.

Terkait kekerasan, menurut Dave, Ia setuju jika separatis di Papua ditumpas habis. Sejak awal, kata Dia, Ia tak mau menyebut para pelaku kekerasan itu sebatas KKB (kelompok kriminal bersenjata).

Selain soal kekerasan, Dave mengingatkan masih ada sejumlah masalah yang hingga hari ini belum selesai di Papua. Bagi Dave, permasalahan di Papua harus diselesaikan secara menyeluruh baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah (Pemda).

"Ini tidak bisa dengan hanya penumpasan kombatan-kombatan yang ada sekarang, tetapi (harus ada, red) pendekatan sosial budaya ekonomi, pembangunan SDM yang melihat betul situasi kondisi di sana," papar Dave dalam Diskusi Kebangsaan MPR RI di Media Centre MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (26/4/2021).

Sebab, pembangunan infrastruktur, terkhusus di bidang pangan penting untuk mengatasi jauhnya perbedaan harga bahan-bahan pokok di Papua dan wilayah lain di Indonesia.

Selama ini lanjut Dave, bahan-bahan kebutuhan masyarakat berasal dari Jawa ataupun dari Sulawesi, sementara pembangunan infrastruktur di bidang pangan tak berjalan.

"Bahkan kita juga melihat kualitas hidup Papua di Manokrawi Jayapura itu temasuk 10 kota termahal di Indonesia. Kenapa, karena bahan baku makanan harus diimpor," urai Dave.

Lebih lanjut, selama berpuluh tahun menurut Dave apa yang dilakukan untuk Papua tidak membangun persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia mengamini, pendekatan militer perlu menumpas KKB, namun pembangunan infrastruktur maupun SDM Papua jangan sampai terabaikan.

"Dibutuhkan juga rencana jangka panjang untuk betul-betul bisa merencanakan pendidikan di sana; PAUD, S1-S2 juga harus ada di sana. Harus bisa menghasilkan doktor-doktor dengan membangun kampus-kampus baru Papua," pungkas Ketua Umum Kosgoro 57 itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus
wwwwww