Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
21 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
21 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
3
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
6
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
2 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Otsus Bukan Solusi, Orang Papua Maunya Apa?

Otsus Bukan Solusi, Orang Papua Maunya Apa?
Ilustrasi orang Papua dalam sebuah tarian dengan Bendera Merah Putih. (foto: dok. ist./via boombastis)
Sabtu, 13 Maret 2021 12:14 WIB
JAKARTA - Anggota DPD RI (Dewan Perwakilan Daerah) RI dari Papua, Filep Wamafma, mengungkapkan bahwa menurut rakyat Papua dan kelompok-kelompok di Papua, UU Otsus (Undang-Undang Otonomi Khusus) bukan lagi solusi. Pemerintah pusat diharap membuka ruang bahwa otsus itu bukan satu-satunya kebijakan urgent bagi rakyat Papua.

"Bagi saya otsus itu bukan kebijakan satu-satunya, namun masih banyak kebijakan lain yang membangun Papua. Bagaimana kalau Papua tanpa otonomi khusus? Nah, ini yang harus dipikirkan oleh masyarakat Papua dan bukan sebaliknya Pemerintah memaksa Otsus dengan segala konsekuensi yang ada," kata Filep dikutip GoNews.co dari pernyataan pers Sabtu (13/3/2021).

Perjalanan Otsus selama 20 tahun sebelumnya, juga harus dievaluasi secara transparan. Menurutnya, otsus kemarin tidak berdampak signifikan dalam kehidupan atau kesejahteraan masyarakat. Jadi, "Jangan memaksakan (otsus, red)!".

"Bahkan karena kebijakan ini, membuat sejumlah penolakan dari rakyat Papua. Hal ini memakan korban dari kalangan rakyat sipil dan ini sesuatu yang tidak bagus. Biarlah demokrasi memberikan ruang untuk menentukan," kata Filep.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kabar Bertuah
wwwwww