Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
11 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
24 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Kampus

Prof Beri Ungkap Optimisme Covid-19 Hilang April Nanti

Prof Beri Ungkap Optimisme Covid-19 Hilang April Nanti
Grafis penurunan angka kasus harian Covid-19 dari worldometer.info. (gambar: ist./twitter/@profesorzubairi)
Minggu, 21 Februari 2021 20:13 WIB
JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Covid-19 yang juga Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Profesor Zubairi Djoerban alias Beri, mengungkap adanya optimisme bahwa pandemi diprediksi berakhir pada April 2021 mendatang.

Beri mengungkapkan, prediksi tersebut merupakan opini dari sebuah kolumnis kesehatan, Martin Makary. Martin adalah ahli bedah di Amerika Serikat yang berkebangsaan Inggris.

"Martin Makary memprediksi, sebagian besar penyakit Covid-19 akan hilang pada April nanti. Opini itu ia sampaikan berdasarkan data laboratorium, matematika, literatur, dan percakapannya dengan para ahli. Baru prediksi. Semoga saja," kata Beri di akun Twitternya, @ProfesorZubairi, sebagaimana dilihat GoNews.co, Minggu (21/2/2021).

Di hari Ia mencuitkan opini Martin tersebut, Sabtu kemarin, Ia juga mengunggah grafis penurunan kasus harian Covid-19 medio 8 Januari 2021 - 17 Februari 2021. Grafis itu menggambarkan penurunan kasus hingga belasan persen.

"Ini nyata. Beberapa pekan terakhir, jumlah kasus harian Covid-19 dunia menurun secara dramatis. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, penurunan global itu sebesar 16 persen. Cukup signifikan," kata Beri.

Ia pun menjelaskan apa yang menyebabkan terjadinya penurunan kasus harian Covid-19 tersebut. Diantaranya, bisa jadi karena testing Covid-19 di beberapa negara bagian Amerika Serikat yang sedang terhambat oleh berlangsugnya musim dingin.

"Di Indonesia, penurunan angka testing juga terjadi," ujar Beri.

Sementara itu, Vaksinasi juga tengah berlangsung di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan juga Indonesia. Lalu, kata Beri, "Apakah penurunan kasus ini dipengaruhi program vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia?".

Jawabannya; "Belum ada yang bisa menjelaskan dan perlu hitungan bulan untuk mengukur itu,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kesehatan, Kampus
wwwwww