Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
16 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Parlemen

Susi Pudjiastuti Ungkap Group Whatsapp Terhormat Dijadikan untuk Sebar Fitnah

Susi Pudjiastuti Ungkap Group Whatsapp Terhormat Dijadikan untuk Sebar Fitnah
Tangkap layar cuitan Susi Pudjiastuti di Twitter.
Rabu, 03 Februari 2021 15:23 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Usai diserang para buzzer setelah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak unfollow akun twitter Permadi Arya alias Abu Janda, kini muncul lagi fitnah yang menyasar dirinya di group jejaring Whatsapp.

Hal itu diungkapkan Susi dalam cuitannya di akun twitter miliknya @susipudjiastuti seperti dilihat GoNews.co, Rabu (03/2/2021).

"Group WA dengan nama terhormat pun anda pakai untuk sebarkan fitnah," tulisnya dalam unggahan foto tangkap layar group whatsapp tersebut.

Foto screenshot itu bertuliskan Group Whatsapp TNI & POLRI NKRI. Dimana salah satu anggota group tersebut mengirim foto Susi Pudjiastuti sedang bersama Gubernur DKI Anies Baswedan. "ASU CAPRES CAWAPRES 2024. Anies Susi disingkat Asu. Test the waternya diuji pada Pilkada DKI 2022 nanti," bunyi penggalan caption foto tersebut.

Netizen pun langsung menanggapi cuitan bos Susi Air itu. "Ini terpampang nyata bu nomer hp dan contact nya berani ga ya di usut kaya @raviopatra wt WAnya di hack," tulis akun @Cocosshakes.

Susi pun langsung merespon balasan netizen "Sy sdh japri kasih tahu dia sy sdh viralkan pesannya," jawab Susi.

Akun lainnya pun menimpali, "jangan takut bu, tenggelamkan," . Hingga saat ini cuitan Susi tersebut sudah dibagikan ribuan netizen dan mendapat ratusan komentar.

Netizen menduga, isu tersebut sengaja dihembuskan di kalangan elite TNI Polri usai Susi Pudjiastuti ikut berkomentar terkait kasus Abu Janda.

"Ayo unfollow. Untuk kedamaian dan kesehatan kita semua. Ayo! Ayo!" tulis Susi dalam akun twitter-nya, Jumat (29/1/2021) lalu.

Seruan itu dilakukan Susi, lantaran menurut dia, mestinya tak ada lagi cuitan bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) seperti yang dilakukan Abu Janda.

Diketahui, Abu Janda sedang berperkara di kepolisian terkait kicauannya yang bernada rasialisme terhadap eks Komisioner Komnas HAM asal Papua Natalius Pigai dan pernyataan Islam Arogan.

Menanggapi kicauan Susi, itu Abu Janda sempat merespons dengan meminta perempuan pengusaha perikanan dan penerbangan dari Pangandaran, Jawa Barat itu, tak bersikap sumbu pendek.

"Jangan sumbu pendek. Dalami dulu ada apa. Enggak tahu duduk masalahnya apa, main langsung (komentar)," ujar Abu Janda..

Selanjutnya, akun twitter Susi pun diberondong habis-habisan oleh akun warganet yang membela Abu janda. Bahkan berbagai fotonya disebar ketika melakukan swafoto dengan beberapa tokoh yang berlawanan dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Dari yang semula seteru Susi vs Permadi Arya, kini perempuan itu diseret sebagai 'pengkhianat' Jokowi. Bahkan tak sedikit yang menyebut alasan Susi tak lagi jadi menteri lantaran berlawanan dengan Jokowi.

Susi pun kemudian disebut sebagai bagian dari 'kadal gurun' dan 'kampret'. Dua istilah yang muncul ketika Pilpres 2019 sebagai pihak yang berlawanan dengan Jokowi.***

wwwwww