Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Alihkan Bansos Sembako, Jokowi Sebut Digitalisasi Data yang Terintegrasi Sistem Bank

Alihkan Bansos Sembako, Jokowi Sebut Digitalisasi Data yang Terintegrasi Sistem Bank
Presiden Joko Widodo berbicara dalam rapat terbatas tentang persiapan penyaluran bantuan sosial tahun 2021 di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (29/12/2020). (foto: ist./setpres)
Rabu, 30 Desember 2020 14:22 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengubah bentuk bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek dari sembako menjadi uang tunai.

"Yang dulu diberikan dalam bentuk sembako, terutama untuk Jabodetabek sudah kita putuskan sekarang tunai lewat pos atau lewat bank," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/30/2020).

"Betul-betul kirim ke rekening penerima manfaat. Jadi proses digitalisasi data bansos yang diintegrasikan dengan 'banking system' saya kira itu yang kita inginkan," tegas Jokowi.

Dalam lansiran antaranews.com yang dikutip Rabu (30/12/2020), presiden Jokowi menjelaskan bahwa program perlindungan sosial mendapat jatah Rp110 triliun dalam APBN 2021. Rinciannya; Rp12 triliun bagi 10 juta KPM penerima bansos tunai dengan masing-masing Rp300.000 selama empat bulan; Rp45,1 triliun untuk program kartu sembako yang akan disalurkan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing Rp200.000 per bulan; Rp 28,7 triliun untuk Program Keluarga Harapan dengan 10 juta KPM selama empat triwulan; Rp10 triliun untuk program Kartu Prakerja; Rp14,4 triliun untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa; Rp3,78 triliun untuk diskon listrik selama enam bulan ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kampus, Parlemen, Balai Kota
wwwwww