Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
16 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
5 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Parlemen

Kikis Fanatisme dan Radikalisme, Pemerintah Disarankan Hidupkan Dialog

Kikis Fanatisme dan Radikalisme, Pemerintah Disarankan Hidupkan Dialog
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi III DPR, Jazilul Fawaid. (Foto: Dok. Pribadi)
Jum'at, 04 Desember 2020 20:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Faham dan tindakan fanatisme, radikalisme, menjadi fenomena global yang mesti terus menerus diwaspadai. Fanatisme dan radikalisme jelas-jelas bertentangan dengan sistem demokrasi di Indonesia.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, Jumat (04/12/2020) di Jakarta.

"Jika faham fanatisme dan radikalisme masih tumbuh subur, berarti demokrasi di negara kita belum berjalan dengan baik," ujarnya.

Padahal menurut pria yang akrab disapa Gus Jazil itu, demokrasi merupakan alat untuk melahirkan kesejahteraan dan keadilan yang merata. "Jika tidak bisa menangkal faham tersebut, kita patut instropeksi terhadap perjalan demokrasi di Indonesia," tandasnya.

Pria asal Pulau Bawean, Gresik Jawa Timur itu menambahkan, Faham dan tindakan fanatisme serta radikalisme juga dapat merusak kemajemukan, karena akan melahirkan sikap yang merasa paling benar dan semaunya sendiri.

"Dan jelas tindakan tersebut berbahaya bagi indonesia yang majemuk agama, bahasa dan suku bangsanya," ujar Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu.

Untuk itu, Gus Jazil mendorong pemerintah untukt melakukan pencegahan dan penindakan sedini mungkin agar tertutup celah lahirnya pikiran dan sikap radikalisme itu.

"Selain itu, pemerintah juga harus menunjukkan sikap keteladanan, dengan menghidupkan budaya dialog, serta menghindari kebijakan dan tindakan yang dapat menciderai rasa keadilan bagi warganya," pungkas Wakil Ketua MPR RI itu.***

wwwwww