Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

MPR Minta Pemerintah Kawinkan Berbagai Kebijakan Pusat dengan Pembangunan Ekonomi Daerah

MPR Minta Pemerintah Kawinkan Berbagai Kebijakan Pusat dengan Pembangunan Ekonomi Daerah
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet (tengah) dalam diskusi bersama Menko PMK RI, Muhadjir Effendi (kanan) di Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2020). (foto: zul/gonews.co)
Rabu, 02 Desember 2020 17:43 WIB
JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mendorong agar pemerintah serius memperhatikan pembangunan ekonomi di daerah. Sejalan dengan itu, upaya meningkatkan kesadaran pada masyarakat bahwa ekonomi tak harus berpusat di perkotaan, juga harus digalakkan.

"Sdm harus diubah mindset-nya agar tidak lagi mencari pekerjaan di kota-kota," kata Bambang Soesatyo dalam diskusi mengenai pembangunan sumber daya manusia (sdm) bersama Menko PMK, Muhadjir Effendi di Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Dalam diskusi yang digelar oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerjasama dengan kehumasan MPR RI itu, Bambang Soesatyo mengungkap fakta pergeseran aktivitas ekonomi dari kawasan pusat perkotaan ke daerah-daerah.

Politisi yang akrab disapa Bamsoet itu mengungkapkan, pergeseran itu terjadi karena pandemi Covid-19 telah memaksa banyak orang untuk bekerja dari rumah, dan para korban phk juga menjadi wirausahawan rumahan.

Per Oktober 2020, kata Bamsoet, ada sekitar 6,4 juta pekerja yang dirumahkan ataupun mengalami phk (pemutusan hubungan kerja). Merujuk data Kementerian Keuangan, jumlah pengangguran di Indonesia per November 2020 telah mencapai angka 9,77 juta orang, yang 2,67 juta orang di antaranya adalah pengangguran baru akibat pandemi.

"Dan perkiraan Kadin (Kamar Dagang Indonesia), akhir Desember 2020 ini atau memasuki awal tahun 2021akan bertambah lagi sebanyak 12 juta orang penganggur," kata Bamsoet.

Mereka-mereka ini lah yang menurut Bamsoet, tengah bertahan hidup dengan berwirausaha mandiri di daerah mereka masing-masing dengan segala keterbatasan, termasuk keterbatasan teknologi dan dukungan jaringan internet yang tak sebaik di pusat-pusat kota.

Karenanya, Bamsoet berharap, pemerintah bisa mengawinkan berbagai kebijakan dengan fakta tersebut sehingga desentralisasi dan pemerataan ekonomi pun terwujud.

Dalam kesempatan itu, Bamsoet juga menyinggungung eksitensi program Desa Wisata (Dewi), Desa Digital (Dedi), dan Desa Industri (Desi), sebagai contoh program yang sepatutnya didukung pemerintah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pasar & Niaga, Kampus, GoNews Group
wwwwww