Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
19 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
18 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Parlemen

Bamsoet: Terwujudnya Masyarakat Madani harus Diperjuangkan Seluruh Elemen Bangsa

Bamsoet: Terwujudnya Masyarakat Madani harus Diperjuangkan Seluruh Elemen Bangsa
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. (Foto: Istimewa)
Senin, 30 November 2020 12:48 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan dengan semakin derasnya arus globalisasi, fenomena terkikisnya nilai-nilai kearifan lokal oleh faham-faham asing yang tidak selaras dengan jati diri dan karakter ke-Indonesiaan menjadi tantangan kebangsaan yang harus dihadapi bersama.

Tanpa disadari, nilai-nilai kegotong-royongan lambat laun tergeser oleh sikap egois dan individualistis, keramah-tamahan tersisihkan oleh sikap arogansi dan mau menang sendiri serta toleransi terkikis oleh sikap ketidakpedulian dan radikalisme. 

"Karena itu, saya mengajak seluruh anggota Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) untuk ambil bagian dalam memasyarakatkan wawasan kebangsaan. Baik secara internal kepada segenap keluarga besar PARMUSI, maupun kepada masyarakat Indonesia di seluruh penjuru Nusantara," ujar Bamsoet saat Pengukuhan Pengurus Pusat PARMUSI Periode 2020-2025 di Jakarta, Senin malam (29/11/20).

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Ketua Umum Pengurus Pusat PARMUSI Usamah Hisyam, Sekjen PP PARMUSI, Ir. Abdurrahman Syagaff, Anggota DPR RI Ridwan Hisyam dan para peserta Musyawarah Kerja Nasional PARMUSI. 

Ketua DPR RI ke-20 ini menilai periode kepengurusan PARMUSI lima tahun kedepan sudah langsung dihadapkan pada sebuah tantangan berat. Karena, harus menjalankan amanah sebagai pimpinan organisasi pada masa keprihatinan di tengah suasana pandemi Covid-19.

"Namun saya yakin dan percaya, jajaran pengurus yang telah terpilih adalah representasi dari kader-kader PARMUSI yang berkualitas dan dapat diandalkan untuk mampu menjawab berbagai tantangan ke depan. Baik tantangan untuk membangun dan memajukan internal organisasi, maupun tantangan untuk beradaptasi, bersinergi, dan berinovasi di tengah pesatnya laju perkembangan zaman," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan PP PARMUSI ini menambahkan, meskipun PARMUSI baru dideklarasikan pada tanggal 26 September 1999, namun sesungguhnya PARMUSI telah mempunyai referensi kesejarahan yang telah lama mengakar dan mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dan sebagai sebuah ormas Islam, aspek religiusitas tentunya cukup kental mewarnai arah perjuangan, jiwa dan ruh organisasi.

"Jika kita merujuk pada rumusan visi organisasi, kentalnya aspek religiusitas dalam tubuh PARMUSI tidak kemudian serta-merta menafikkan apsek kebangsaan dan kenegaraan. Visi organisasi PARMUSI mengamanatkan terwujudnya masyarakat madani yang Islami sejahtera lahir dan batin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia," tutur Bamsoet.

Dalam konsepsi ketatanegaraan, lanjut anggota Dewan Pakar KAHMI ini, masyarakat madani dapat merepresentasikan beragam pemaknaan. Semisal, merujuk pada konsep civil society sebagai bentuk kontra posisi dari konsep masyarakat militer. Masyarakat madani juga merujuk pada konsep 'tamadhun', yaitu masyarakat yang berperadaban. 

Konsep masyarakat madani pada prinsipnya mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, persatuan dan integrasi sosial. Selain, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, toleransi, pluralisme, dan keadilan sosial.

"Konsepsi masyarakat madani tersebut semestinya menjadi visi yang diperjuangkan oleh seluruh elemen bangsa. Karena pada prinsipnya, muara yang dituju adalah harmoni dalam kebersamaan masyarakat yang beradab dan saling menghormati," pungkas Bamsoet.***

wwwwww