Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
17 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
14 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
14 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
17 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
20 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Reaksi Pernyataan Macron, Komisi Agama Minta Dubes Perancis beri Penjelasan

Reaksi Pernyataan Macron, Komisi Agama Minta Dubes Perancis beri Penjelasan
Ketua Komisi VIII DPR RI/Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto saat berbicara mengenai pembakaran Alquran di Swedia beberapa waktu lampau. (gambar: tangkapan layar dok. video Ist.)
Minggu, 01 November 2020 18:01 WIB
JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto, mendorong pemerintah untuk memanggil Duta Besar (Dubes) Perancis untuk Indonesia terkait pernyataan presiden Perancis Emanuel Macron mengenai karikatur Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

"Masyarakat Indonesia terganggu dan marah dengan pernyataan provokatif presiden Macron. Pemerintah harus panggil Dubes Perancis untuk memberikan penjelasan," kata Yandri dikutip dari pernyataan publiknya, Minggu (1/11/2020).

Sebelumnya, berbagai pihak di tanah air juga telah menyatakan kekecewaannya pada pernyataan Macron. Presiden RI, Joko Widodo pada Sabtu (31/10/2020) bahkan menyatakan bahwa Indonesia mengecam pernyataan Macron tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang guru sejarah di Perancis bernama Samuel Paty tewas dipenggal setelah mempertunjukkan kartun nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kepada murid-murid di dalam kelas.

Macron, menyatakan pembelaannya pada kartun tersebut karena kartun adalah bagian dari kebebasan berekspresi di negara itu. Kata Macron, "kami tidak akan menyerahkan kartun kami. Kami tidak akan menyerah selamanya,".

Beberapa pihak di beberapa negara, akhirnya memboikot produk-produk Perancis, sebagai ekspresi kekecewaan pada Macron.

Belakangan, insiden penusukan terjadi di dalam dan di luar gereja Basilika Notre-Dame di pusat kota Nice, pada Kamis (29/10/2020) pagi, waktu setempat. Ada 3 orang yang dikabarkan tewas dalam insiden tersebut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Parlemen, Kampus, GoNews Group
wwwwww