Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
6 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Rumbai Timur

Pjs Bupati Akui Ada Tenaga Kesehatan Solok Selatan Terlibat Politik Praktis

Pjs Bupati Akui Ada Tenaga Kesehatan Solok Selatan Terlibat Politik Praktis
Penjabat Bupati Solok Selatan Jasman Rizal saat memberikan keterangan kepada awak media terkait banyaknya tenaga kesehatan diduga terlibat politik praktis, di Padang Aro, Senin (ANTARA/Erik Ifansya Akbar)
Senin, 26 Oktober 2020 19:55 WIB
PADANG ARO - Penjabat sementara Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat Jasman Rizal mengaku telah menerima laporan banyak tenaga kesehatan diduga terlibat politik praktis terkait dengan Pilkada Serentak 2020 yang digelar di daerah setempat.

"Di tangan saya berdasarkan laporan masyarakat diduga banyak tenaga kesehatan bermain politik praktis. Saya punya bukti berupa foto dan rekaman. Saya harap ke depan jangan lagi terulang," katanya di Padang Aro, Senin.

Terkait hal itu, pada hari ini pejabat bupati tersebut mengumpulkan seluruh kepala Puskesmas, RSUD, dan Dinas Kesehatan untuk memberikan peringatan agar tidak terulang lagi.

Dia mengatakan punya bukti berupa rekaman foto dam rekaman seorang ASN lengkap dengan seragam Puskesmas masuk ke rumah warga dan menyuruh memilih salah satu calon.

"Banyak yang melapor kepada saya, saat ini akan diberikan pembinaan dulu dan ini peringatan pertama juga terakhir bagi ASN," ujarnya.

Dia mengaku menerima puluhan laporan terkait tenaga kesehatan terlibat politik praktis dan berharap setelah ini tidak terulang lagi.

Selain itu, katanya lagi, juga ada tenaga kontrak daerah yang ikut berpolitik praktis dan membuat status di media sosial dengan tujuan memenangkan salah satu pasangan calon.

ASN dan tenaga kontrak daerah diharapkan menjaga netralitas selama pilkada dan kalau masih ada yang berpolitik praktis tunggu saja sanksinya.

"Jangan sampai gara-gara pilkada masa depan kita sebagai ASN teraniaya jadi sebaiknya bersikap netral saja," ujarnya.

Dia menyebutkan bagi ASN yang masih berpolitik praktis sanksinya bisa saja teguran ringan hingga berat bahkan sampai pemberhentian.

Ia meminta partisipasi masyarakat untuk melaporkan ke Bawaslu kalau melihat ada ASN yang terlibat politik praktis.

Selain itu ia meminta Bawaslu juga tegas menindak ASN yang melanggar dan ia yakin banyak laporan masyarakat terkait netralitas ASN.

"Saya yakin banyak laporan masyarakat tetapi hasilnya apa dan sampai sekarang belum ada dan kami bisa menindak ASN kali ada putusan Bawaslu," ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antara
Kategori:Rumbai Timur, Binawidya, Parlemen, Balai Kota
wwwwww