Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
20 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
9 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tamliha Dukung Rencana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa

Tamliha Dukung Rencana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa
Anggota Komisi I fraksi PPP Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Syaifullah Tamliha. (Foto: Dok. GoNews.co)
Selasa, 18 Agustus 2020 16:33 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Syaifullah Tamliha, mendukung sepenuhnya rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI yang kini tengah bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dalam rencana program bela negara bagi mahasiswa.

“Ya bagus lah, rencana itu kan untuk mengisi pasukan cadangan. Karena Komponen Cadangan (Komcad) sesuai amanat dari Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara,” kata Tamliha saat dihubungi wartawan, Senin (17/8/2020) kemarin. 

Semenjak Indonesia merdeka dan era reformasi berjalan, kata Tamliha, memang belum ada pasukan cadangan yang sebetulnya merupakan amanat UU itu. "Anggaran sudah, tinggal pelaksanaannya. Toh, ini kita kan sukarela,”.

Sebelumnya, Wamenhan RI, Wahyu Sakti Trenggono mengungkapkan, sudah membuka pembicaraan dengan Kemendikbud RI agar memasukkan program bela negara ke kurikulum perguruan tinggi.

“Nanti, dalam satu semester, mereka bisa mengikuti pendidikan militer. Nilainya masuk ke SKS (sistem kredit semester)” kata Wahyu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Hukum, Balai Kota, Kampus, GoNews Group
wwwwww