Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
23 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
2
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
19 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
3
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
4
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Harmusa Kritisi Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021

Harmusa Kritisi Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021
Suasana Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dengan Bapennas di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta. (Foto: Zul/GoNews.co)
Senin, 29 Juni 2020 15:57 WIB
JAKARTA - Anggota Banggar DPR RI, Harmusa Oktaviani menilai, pemerintah harus memikirkan kembali rezim pembangunan ekonomi yang berkeadilan termasuk juga pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Hal itu disampaikan Harmusa dalam Rapat Panja RKP dan Perioritas Anggaran RAPBN tahun 2021 yang berlangsung di Kompleks DPR RI, Senayan, Senin (29/6/2020).

Pandangan Harmusa tersebut, sebagai respons atas program prioritas nasional nomor ke-2 yang disampaikan pemerintah. Program tersebut, menurut Harmusa, menjelaskan bahwa peningkatan infrastruktur akan meningkatkan kesejahteraan. Padahal, kata dia, "kita tahu sekarang ini pemerintah sedang dihadapkan krisis Covid-19 yang menyebabkan hutang pemerintah naik pesat,".

Dalam tanggapannya terkait dengan hal tersebut, Harmusa juga menyoroti persoalan bantuan sosial (Bansos) di masa pandemi yang Ia sebut 'kurang tepat sasaran'. Sebabnya, data penerima bantuan yang tidak valid.

"Banyak masyarakat yang menerima bantuan lebih dari satu, dan banyak yang tidak menerima sala sekali," kata Harmusa.

Oleh karenanya, anggota komisi VIII DPR RI itu meminta agar Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Daerah, untuk bersama-sama berkoordinasi dan memvalidasi data.

Selain mengkritisi Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021 terkait pembangunan konstruksi dan Bansos, Harmusa juga mengkritisi RKP 2021 bidang Pendidikan. Ia berharap, ada kajian ulang terkait penerapan syarat batas umur dan zonasi bagi calon peserta didik baru.

RKP bidang Pendidikan tahun 2021, juga diharap mengkamodir kesejahteraan nasib para guru honorer dan guru di sekolah-sekokah di bawah naungan Kemenag RI.

Terakhir, Harmusa mengkritisi program prioritas yang ke-5 terkait penguatan infrastruktur untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pelayanan dasar.

"Saya tidak melihat high light kegiatan yang langsung menyentuh pekerja miskin, rentan dan informal yang menjadi sektor paling terdampak karena diberlakukannya PSBB oleh pemerintah," kata Harmusa.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kampus, Balai Kota
wwwwww