Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
23 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
22 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
20 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
9 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
5 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo

Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Senin, 25 Mei 2020 12:19 WIB
PEKANBARU - Tradisi memasak opor sebagai teman lontong atau ketupat untuk perayaan Idul Fitri 1441 Hijriyah membuat harga daging ayam potong mendadak melonjak di beberapa pasar tradisional Pekanbaru, dari Rp15.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

"Selama COVID-19 harga ayam murah kali, kini dua hari terakhir jelang Idul Fitri naik tajam," kata Pina (35) warga Jalan Among, Pekanbaru, Senin.

Pina mengatakan, meski wabah COVID-19 masih mencekam Pekanbaru, sepertinya tidak mengurungkan keluarganya untuk membuat lontong sebagai tradisi saat Idul Fitri.

Apalagi pemerintah melarang mudik, sehingga warga banyak berdiam di Pekanbaru, terbukti semua pasar padat dikunjungi.

"Lontong itu sedapnya dimakan dengan opor, atau gulai ayam," katanya.

Ia mengakui, memang tidak akan ada gelar griya (open house) Idul Fitri tahun ini. Namun untuk santapan keluarganya, tetap memasak lontong atau ketupat sebagai tradisisetiap Idul Fitri.

"Kemarin sehari sebelum lebaran saja, untuk belanja ayam potong sampai antri," katanya.

Sementara itu Ujang (40) pedagang ayam potong di Jalan Fajar, Pekanbaru, mengaku jelang Idul Fitri 1441 H, daya beli masyarakat meningkat tajam. Khususnya untuk ayam potong, sudah terlihat sepekan sebelum lebaran.

Ia bersyukur ada rezeki yang diraihnya saat detik-detik Idul Fitri, setelah berbulan-bulan selama wabah COVID-19 penjualan sepi.

"Bahkan saking tidaklakunya harga ayam potong sempat anjlok Rp15.000 per kilogram," katanya.

Ia mengatakan harga ayam dalam posisi normal tanpa wabah Corona, berkisar Rp27-28 ribu per kilogram. Daya beli yang melemah, sementara stok berlimpah membuat harga anjlok.

"Kami juga alami penurunan omzet yang drastis, lebih dari separoh karena walau harga murah masyarakat tetap tidak berbelanja," katanya lagi.

Ia bersyukur momen Idul Fitri telah membangkitkan daya beli masyarakat sejenak.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:ANTARA
Kategori:Warga Bertuah, Pasar & Niaga
wwwwww