Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
7 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
4
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
6 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Dampak Corona, Ibu Pemulung Nangis: Sudah Dua Hari Saya dan Anak Tidak Makan

Dampak Corona, Ibu Pemulung Nangis: Sudah Dua Hari Saya dan Anak Tidak Makan
Jum'at, 17 April 2020 18:02 WIB
JAKARTA - Tidak semua orang bisa menjalani anjuran work from home (WFH) dari pemerintah. Contohnya seperti perempuan paruh baya ini.

Pekerjaannya sebagai pemulung membuatnya terpaksa harus keluar rumah setiap hari. Nahas, lantaran corona ia mengaku sudah tak makan selama dua hari.

Ia menangis tersedu-sedu ketika salah seorang relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberinya satu karung beras.

"Saya sudah berhari-hari enggak makan, pak. Dari kemarin juga," katanya sambil mengelap air mata.

Bukan hanya dirinya yang tak bisa makan, tetapi anak-anaknya yang berada di rumah juga kelaparan karena tak ada yang bisa dimakan.

"Anak-anak saya juga pada sengsara. Terima kasih, banyak orang baik yang mau bantu," kata si ibu, masih dengan terisak-isak.

Ibu itu adalah salah satu penerima beras gratis dari program Operasi Pangan Gratis yang diinisiasi oleh ACT.

Aksi itu dilakukan dalam rangka mengatasi dampak virus corona yang berimbas hingga ke sosial ekonomi. Warga miskin terancam kelaparan karena ekonomi lesu.

Diduga hal ini disebabkan karena banyaknya perusahaan yang merumahkan karyawannya karena tak mampu membayar gaji.

Berdasarkan data Disnaker Jawa Barat, selama pandemi corona, ribuan pekerja dipecat oleh perusahaan dan menjadi pengangguran.

"Ada 340 perusahaan yang melaporkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja [PHK] kepada 11.260 pekerja," kata M. Ade Afriandi kepada Suara.com, Jumat (17/4/2020).

Karena alasan itu, ACT menggagas program Operasi Pangan Gratis guna membantu warga miskin yang membutuhkan.

Program tersebut juga terbuka bagi para donatur dengan cara mengklik tautan ini. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Suara.com
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Pasar & Niaga
wwwwww