Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
23 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
22 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
7 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
10 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
7 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Waduh... Ternyata Korban Kebakaran Pabrik Kembang Api Belum Terdaftar BPJS

Waduh... Ternyata Korban Kebakaran Pabrik Kembang Api Belum Terdaftar BPJS
Istimewa.
Jum'at, 27 Oktober 2017 17:44 WIB
JAKARTA - Sebanyak tujuh korban luka kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten yang dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang belum terdaftar sebagai anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sejahtera (BPJS) Kesehatan.

Hal itu diutarakan Staf Bidang Humas, Protokol, dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang, Yudi Firmansyah, Jumat (27/10). Yudi mengatakan, hal itu kemungkinan karena para korban belum bekerja lama di pabrik kembang api tersebut.

"Rata-rata korban yang dirawat ke sini baru dua mingguan bekerja. Jadi mereka belum bisa terjamin BPJS," ujar Yudi.

Berdasarkan penuturan korban dan keluarga, kata Yudi, para korban dipekerjakan untuk tujuan tertentu. Perekrutan sendiri juga belum lama dilakukan oleh PT Panca Buana Cahaya Sukses, selaku perusahaan pabrik kembang api tersebut.

"(Mereka direkrut) buat peningkatan stok untuk tahun baru," kata Yudi.

Meski begitu, Yudi menjamin RSUD Kabupaten Tangerang bakal memberi perawatan sesuai dengan yang dibutuhkan para korban. 

Yudi juga mengatakan pihak perusahaan PT Panca Buana Cahaya juga telah mendatangi RSUD Kabupaten Tangerang.

"Dari perusahaan datang ke sini. Tadi pagi mereka datang jam 09.00 WIB, ada dua orang. Mereka membuatkan jaminan perawatan. Saya baru cek," kata Yudi.

Sebelumnya, RSUD Tangerang telah menampung tujuh korban luka kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang. Jumlah bertambah menjadi 12 karena ada 5 pasien baru yang dirujuk dari RSIA BUN pada Jumat (27/10).

Peristiwa kebakaran pabrik kembang api di Kosambi terjadi pada Kamis (26/10) sekitar pukul 09.00 WIB. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB. Proses evakuasi pun baru dapat dilakukan sejak pukul 13.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB. 

Dari hasil evakuasi ditemukan banyak korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Mereka tewas diduga karena terjebak saat kebakaran terjadi. Total ada 47 kantong jenazah yang dibawa dari lokasi kejadian ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk proses identifikasi.

Selain itu, kebakaran tersebut juga mengakibatkan korban luka-luka setidaknya mencapai 46 orang. Semua korban tewas maupun luka kemungkinan besar merupakan karyawan pabrik.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Cendekia, Balai Kota
wwwwww