Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Imam Islamic Center New York: Muslim Indonesia dan Muslim AS Sama-sama Sedang Dapat Ujian

Imam Islamic Center New York: Muslim Indonesia dan Muslim AS Sama-sama Sedang Dapat Ujian
Imam Masjid Al-Hikmah New York Shamsi Ali
Sabtu, 28 Januari 2017 12:37 WIB

JAKARTA - Sebagai warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Amerika, Imam Besar Masjid New York, Ustaz Shamsi Ali memandang kondisi sosial politik dua negara besar Indonesia dan Amerika Serikat (AS) saat ini menghadapi ujiannya masing-masing.

Ketika Ustaz Shamsi mengunjungi Indonesia pekan ini, ia mengakui banyak mendapat berbagai keluhan terkait kondisi sosial politik dan hukum yang merugikan umat Islam di Tanah Air.

Pria yang juga dikenal sebagai Imam di Islamic Center New York ini, juga mendapatkan keluhan hal yang sama muslim di AS, setelah terpilihnya Presiden Donald Trump.

"Kedua bangsa besar ini, Indonesia dan AS sedang menjalani ujian untuk naik kelas," kata Imam Shamsi Ali katanya seperti dilansir Republika.co.id, Sabtu (28/1).

Ia mengibaratkan di setiap akhir semester pasti ada ujian. Melalui ujian itulah seseorang atau sekelompok orang akan menaiki jenjang selanjutnya dalam perjalanan hidupnya.
Walaupun ia tidak mengingkari adanya kasus yang mengganggu kerukunan itu di sana-sini, baik di Indonesia maupun di AS.

"Tapi satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa jangan kasus-kasus itu yang dianggap sebagai wakil dari negara dan bangsa secara keseluruhan," ujarnya.

Menurutnya sekuat apa pun kecenderungan intoleransi pada kelompok tertentu, dari sebuah bangsa hendaknya dilihat sebagai kasus. Bukan representasi bangsa itu sendiri. Tendensi generalisasi, kata dia, terkadang menjadikan penilaian kita tidak adil, bahkan conderung menzalimi pihak yang dianggap berseberangan.

"Betapa sering saya dengarkan jika Muslim Indonesia tidak lagi toleran, karena ada sekolompok kecil dari kalangan umat ini yang menyuarakan resistensi terhadap pembangunan gereja di sebuah tempat tertentu. Begitu juga sebaliknya tuduhan Amerika anti Islam, yang tidak memberikan hak-hak beragama bagi komunitas Muslim," kata dia.

Biasanya tuduhan ini juga karena kasus-kasus yang terjadi di beberapa tempat, khususnya setelah Donald Trump terpilih menjadi presidennya. Tentu secara pribadi ia ada kekhawatiran. Namun ia tetap ingin kedua bangsa besar ini tetap berdiri utuh menjaga kerukunan dan kedamaian dalam keragaman yang ada.(rol)

Editor:Arie RF
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah
wwwwww