Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
21 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
24 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
5
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Bukan Bom, Ransel di Pondok Gede Ternyata Berisi Kalender

Bukan Bom, Ransel di Pondok Gede Ternyata Berisi Kalender
Foto: kiriman warga.
Sabtu, 17 Desember 2016 02:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Jawa Barat, memastikan dua tas ransel yang ditemukan di Kampung Kober, Pondok Gede, Kamis (15/12/2016) malam berisi kalender. Semula tas tersebut diduga bom.

"Hasil pemeriksaan menggunakan sinar x oleh Gegana Polda Metro Jaya diketahui ransel itu berisi 14 kalender hijriyah, peci, tasbih dan handuk," kata Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Umar Surya Fana di Bekasi, Jumat (16/12/2016).

Menurut Umar, pihaknya telah bertindak cepat merespons laporan warga di Kampung Kober RT03/RW03 Jatiwaringin, Pondokgede, yang resah dengan temuan dua buah ransel di pelataran masjid Al Muqorrobin.

Ransel hitam itu ditinggalkan pemiliknya di dalam masjid sekitar pukul 20.00 WIB usai jemaah melaksanakan shalat Isya.

Sejumlah jemaah dan warga sekitar merasa resah dengan penemuan barang tersebut karena disinyalir masih berkaitan dengan kejadian penangkapan sejumlah tersangka teroris di Bintara, Bekasi Barat pada pekan lalu.

Warga melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan petugas RW sepakat menghubungi kepolisian untuk menangani benda yang dianggap mencurigakan itu. "Pukul 00.30 WIB kami langsung melibatkan tim gegana Polda untuk melihat isi dari tas itu menggunakan sinar x," ujarnya.

Hanya dalam tempo beberapa menit, polisi sudah bisa mendeteksi isi dari tas tersebut. Ternyata tas hanya berisi kalender dan sejumlah perlengkapan salat. "Tidak ada tanda-tanda bahan peledak di tas itu. Mungkin ini berkaitan dengan trauma warga pascapenangkapan terduga teroris di Bintara, Bekasi Barat, beberapa hari lalu. Saya memakluminya," katanya. ***

Sumber:Antara
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah, Warga Bertuah
wwwwww