Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
6 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
4
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
6 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Presidium IPW: Jangan Hanya Massa Yang Disuruh Jaga Sikap, Elit Politik dan Polri Tolong Ingatkan Ahok "Jaga Mulutnya"

Presidium IPW: Jangan Hanya Massa Yang Disuruh Jaga Sikap, Elit Politik dan Polri Tolong Ingatkan Ahok Jaga Mulutnya
Kamis, 03 November 2016 12:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Imbauan dari para elit politik, Pemerintahan dan Polri agar masyarakat yang akan mengikuti aksi unjuk rasa pada 4 November 2016 mendatang untuk tidak anarkis dan menjaga sikap dinilai merupakan anjuran yang baik. Namun para elit dan Polri juga diminta mendesak Ahok agar "menjaga mulutnya".

Hal tersebut diungkapkan Ketua Presedium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada GoNews.co, Kamis (3/11/2016) di Jakarta.

"Para elit pemerintah dan elit keamanan (Polri) jangan hanya mengimbau massa demo agar menjaga sikap dalam melakukan aksinya 4 Nopember besok. Tapi para elit itu harus juga mau mendesak agar Ahok bisa "menjaga mulutnya" sehingga tidak muncul kekacauan dan kegaduhan publik," tegasnya.

Ind Police Watch (IPW) berharap, kasus demo 4 November, harus menjadi pelajaran semua pihak, bahwa ancaman dan gangguan keamanan sangat rentan terjadi di negeri.

"Harusnya Ahok segera introspeksi. Kasus ini patut menjadi pelajaran baginya untuk menjaga sikap dan menjaga mulutnya agar tidak sembarangan berkata kata. Sebab mulutmu harimaumu sudah menjadi tragedi, apalagi kemarin saat kampanye di Rawabelong, Ahok terpaksa diungiskan aparat dengan angkot karena kehadirannya ditolak warga," ujar Neta.

Artinya kata dia, Ahok sudah harus menyadari bahwa "mulutnya" sudah membuat repot aparat keamanan. Untuk itu elit jangan terlalu pasang badan buat Ahok, terutama jika Ahok tidak bisa menjaga mulutnya.

IPW juga berharap dalam menghadapi aksi demo 4 November, Polri harus bersikap profesional dan proporsional. Polri tidak perlu pula lebay dalam membawa atribut keagamaan tertentu. "Sebab yang akan demo pada 4 November tidak hanya ormas Islam tapi sejumlah ormas non Islam juga ikut turut ke jalan. Bayangkan apa jadinya jika polisi bersorban bentrok dengan massa non Islam," tukasnya.

Sikap lebay anggota Polri di lapangan hanya akan memancing dan memprovokasi situasi kian panas. Polri harus mampu hadir sebagai negara dan bukan sebagai ormas yang bersorban dan berpeci.

"Selain mengimbau massa agar bersikap tertib, Polri perlu juga menurunkan Propam untuk mengawasi aparatur kepolisian di lapangan agar tidak melakukan kesalahan prosedur dalam menjaga aksi demo. Dengan demikian, jika terjadi kesalahan prosedur dan terjadi kekacauan akibat aksi demo 4 November, elit Polri jangan ragu ragu untuk mencopot pejabat kepolisian yang bertanggungjawab," tandasnya.

Sebaliknya, kata dia, jika ada massa yang bersikap anarkis, polisi jangan ragu menindaknya. Dengan adanya kasus ini sudah saatnya penyidik yang menangani kasus Ahok dievaluasi.

"Polri sebenarnya sudah sesuai prosedur dalam menangani kasus Ahok. Tapi karena penyidik kurang transparan dalam memaparkan perkembangannya, publik menjadi menduga-duga bahwa kasus Ahok tidak diproses," pungkas dia. ***

wwwwww