Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
7 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
4
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
7 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Mantapkan Adat, Wabup Solok Bertemu Warga Jorong Rasam Surian Kecamatan Pantai Cermin

Mantapkan Adat, Wabup Solok Bertemu Warga Jorong Rasam Surian Kecamatan Pantai Cermin
Wabub Solok, Yulfadri Nurdin, saat temu ramah dengan masyarakat di jorong Lubuak Rasam Nagari Surian, Kec. Pantai Cermin, Kab. Solok.
Kamis, 03 November 2016 12:37 WIB
Penulis: Dafrizal

SOLOK - Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah adalah kerangka pandangan hidup kita, memberi makna hubungan antara manusia, Allah Maha Pencipta dan alam semesta.

"ABS- SBK sebagai konsep nilai, yang kini menjadi jati diri, dan lahir dari kesadaran sejarah masyarakatnya melalui proses pergulatan yang panjang," kata Wakil Bupati solok, Yulfadri Nurdin, ketika temu ramah dengan masyarakat jorong Lubuak Rasam Nagari Surian Kec. Pantai Cermin, Kab. Solok. Kehidupan masyarakat Minangkabau terjadi titik temu dan perpaduan antara ajaran adat dengan Islam sebagai sebuah sistem nilai dan norma dalam kebudayaan Minangkabau yang melahirkan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, jelas Yulfadri Nurdin, bertujuan untuk memperjelas kembali jati diri Minangkbau sebagai sumber harapan dan kekuatan yang menggerakkan ruang lingkup kehidupan dan tolok ukur untuk melihat dunia Minangkabau dari ranah kehidupan berbangsa dan bernegara, dan dalam pergaulan dunia.

Islam masuk ke Minangkabau,Minangkabau, tambah Wabup Yulfadri, mendapati suatu kawasan yang tertata rapi dengan apa yang disebut “adat”, yang mengatur segala bidang kehidupan manusia dan menuntut masyarakatnya untuk terikat dan tunduk kepada tatanan adat tersebut.

"Landasan pembentukan adat adalah “budi” yang diikuti dengan akal, ilmu, alur dan patut," tambah Yulfadri. Hal ini sebagai alat batin yang merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk. Islam membawa tatanan apa yang harus diyakini oleh umat yang disebut aqidah dan tatanan apa yang harus diamalkan yang disebut syariah atau syarak. jelas wabub

Syariat Islam lahir dari keyakinan Iman, Islam, Hakikat dan Makrifat serta tauhid, tambah Wabup. Adat dipahami orang Minangkabau sebagai suatu kebiasaan yang mengatur hubungan sosial yang dinamis dalam suatu komunitas, (seperti suku, kampung, dan nagari).

Adat juga sebagai ujud gagasan kebudayaan yang terdiri atas nilai budaya, norma, hukum dan aturan yang satu sama lainnya berkaitan menjadi suatu sistem. Sebagai sebuah sistem nilai dan norma, adat mempengaruhi perilaku individu dan masyarakat yang mewujudkan pola perilaku ideal, kata Wabub.

Dengan kemampuan dan kearifan, orang Minangkabau membaca setiap gerak perubahan yang akhirnya antara Adat dan Islam saling topang menopang seperti, “aur dengan tebing” membentuk sebuah konfigurasi kebudayaan Minangkabau. Titik temu antara Adat dan Islam, dapat dilacak melalui pandangan “teologis” terhadap alam semesta. ***

Editor:W Leto Tapays
Kategori:Balai Kota, Lingkungan, GoNews Group, Sail
wwwwww