Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
21 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
24 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
5
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Home  /  Berita  /  Parlemen

Jelang Aksi Demo 4 November, Jakarta Siaga Satu

Jelang Aksi Demo 4 November, Jakarta Siaga Satu
Ilustrasi. (net)
Minggu, 30 Oktober 2016 01:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ribuan massa diperkirakan bakal hadir dalam demo 4 November di Jakarta menuntut proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama karena penistaan agama. Menjelang demo itu, tiba-tiba beredar surat dari Korps Brimob Mabes Polri yang mengeluarkan status “siaga satu”.

Surat itu bernomor nomor B/ND-35/X/2016/Korbrimob tertanggal 28 Oktober 2016 dengan hal pemberitahuan siaga. Surat yang ditunjukkan pada jajaran Brimob itu menjelaskan status siaga diberlakukan mulai 28 Oktober hingga waktu yang tak ditentukan.

Soal ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Agus Rianto jika status itu hanya berlaku internal di kalangan Brimob. “Itu untuk internal Brimob dalam rangka kesiapan personel jika sewaktu-waktu diperlukan.?Jadi itu bukan untuk keseluruhan situasi secara umum. Hanya untuk memudahkan dalam kesiapan personel Brimob,” tutur Agus Rianto, Sabtu (29/10/2016).

Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Martinus juga menegaskan hal senada dan meminta masyarakat tidak gelisah. “Status internal saja, rutin dan agar anggota siaga untuk keamanan menjaga NKRI,” tambahnya.

Untuk diketahui akan ada aksi masa melakukan demo besar-besaran pada Jumat (4/11/2016) oleh sejumlah ormas, termasuk Front Pembela Islam (FPI). Tak cuma dari Jakarta, massa diperkirakan datang dari luar kota.

Agendanya ialah mendesak Bareskrim memproses kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga calon gubernur petahana di Pilkada Jakarta.

Sebanyak 8000 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP akan dikerahkan mengamankan aksi unjuk rasa ‘Bela Islam II’ di Balai Kota dan kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat.

Imam Besar FPI Habib Rizieq menyampaikan bahwa aksi demonstrasi pada 4 November 2016 itu akan menuntut agar penegakan hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dapat direalisasikan. Sebab menurutnya, perkataan Ahok terkait surat Al-Maidah 51 sudah melukai umat Islam.

“Aksi 4 November murni jihad sesuai konstitusional. Aksi itu bukan untuk SARA bukan untuk Anti Cina, tapi murni penegakan hukum,” kata Rizieq.

Dalam kesempatan tersebut, Rizieq turut meminta agar aparat penegak hukum tidak menghalangi peserta demonstrasi untuk datang ke Balai Kota. ***

Sumber:berbagai sumber.
Kategori:Parlemen, Balai Kota, Warga Bertuah, GoNews Group
wwwwww