Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
4
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah
PON XIX Jawa Barat 2016

Tim Penembak Riau Protes Sistem Penilaian Digital Rusak, Wasit Ngotot Pertandingan Dilanjutkan

Tim Penembak Riau Protes Sistem Penilaian Digital Rusak, Wasit Ngotot Pertandingan Dilanjutkan
Ilustrasi. (net)
Kamis, 22 September 2016 16:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Persoalan wasit di PON XIX Jawa Barat terus terjadi. Setelah Sumut, DKI Jakarta dan Kaltim menjadi korban, kini giliran tim cabor Menembak jadi sasaran.

Juri dinilai mengambil kebijakan sepihak, dimana alat penghitung digital rusak, namun protes para atlet tidak digubris dan memaksa pertandingan terlus berlanjut. "Kami sudah protes dan sempat terjadi perdebatan. Harusnya wasit mengakomodir permintaan atlet ini bukan kesalahan kita tapi panitia tekhnis harusnya benerin dulu alatnya," ujar Safrin Sihombing kepada wartawan, Kamis (22/09/2016) di Cimahi Jawa Barat.

"Nilai tidak muncul di komputer, tapi kita tetap disuruh bertanding," kesalnya.

Bahkan disaat komputer mati kata dia, Wasit malah mengambil kebjikan untuk mengulang pertandingan. "Kita sudah dapat poin, janjinya pertandingan mau diulang, tapi kenyataannya tidak ada. Ini jelas merugikan kami," tukasnya.

Sepanjang penyelanggaraan PON Jabar, sistem perwasitan memang menjadi sorotan, bahkan tim Wushu Sumatera Utara gagal mendapat emas, padahal atlet tersebut sudah nyata-nyata menang. Hal serupa juga terjadi di Takraw, tim Jatim dan Riau juga sempat menjadi korban. Begitu juga di cabor Karate, Gulat dan Polo Air. ***

wwwwww