Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
4
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah
PON XIX Jawa Barat 2016

Banyak Kecurangan, Presiden Jokowi Minta Menpora Evaluasi PON Jabar

Banyak Kecurangan, Presiden Jokowi Minta Menpora Evaluasi PON Jabar
Ilustrasi.
Kamis, 22 September 2016 17:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo turut memantau jalannya Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat  yang berlangsung 17 sampai 29 September 2016. Banyaknya aksi kurang sportif yang terjadi selama PON Jabar membuat Jokowi perintahkan Menpora Imam Nahrawi untuk evaluasi.

"Pak Presiden menyampaikan untuk silahkan besok dievaluasi ke Bandung, saya sudah dapat izin dari beliau," ujar Imam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Imam mengatakan, bakal memanggil para penyelenggara PON Jabar 2016 seperti PB PON, Gubernur, Wagub, kemudian Pangdam, Kapolda dan seluruh Chief de Mission dan KONI Pusat besok. Dia sendiri mengaku, belum menerima penjelasan Gubernur Jabar sampai hari ini.

Dia ingin mengetahui apa yang menjadi akar dari masalah di PON Jabar. "Mengapa berbagai persoalan ini bisa muncul, apakah koordinasinya yang lemah, atau kekurangan dalam rekrutmen wasit dan atlet itu sendiri," ujarnya.

Untuk itu, Imam mengaku akan memperketat regulasi mengenai penyelenggaraan PON dan perhelatan olahraga tingkat nasional lainnya. Ini dimaksudkan agar apa yang terjadi di PON Jabar ini tidak terulang kembali.

"Setelah ini akan kami buat regulasi yang ketat seketat mungkin agar PON ini tidak jadi ajang yang semata-mata untuk mencari bonus atau gengsi daerah ataupun ajang reuni saja. Tapi kita pastikan PON itu jadi ajang nasional yang diikuti atlet berusia maksimal 23 tahun," katanya. ***

wwwwww