Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah
PON XIX Jawa Barat 2016

Sudah Dinyatakan Menang Tapi Diprotes Tuan Rumah, Atlet Wushu Ini Hanya Bisa Menangis Melihat Rekanya Dikalungkan Emas

Sudah Dinyatakan Menang Tapi Diprotes Tuan Rumah, Atlet Wushu Ini Hanya Bisa Menangis Melihat Rekanya Dikalungkan Emas
Rosalina tak henti-hentinya menangis, kecewa dengan keputusan penundaan pengalungan medali. (azhari/GoNews)
Kamis, 22 September 2016 13:23 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BANDUNG - Rosalina Simanjuntak dinyatakan menang telak oleh wasit dalam cabor Wushu PON Jawa Barat, namun akibat protes tim tuan rumah, dirinya terpaksa harus menunda pengalungan medali. Pasalnya akibat protes tersebut pengurus tuan rumah sempat bikin rusuh dengan memprovokasi suporter.

Para atlet Sumut pun jadi sasaran. Manajer Tim Sumut, Darsen Song ikut merasa tersakiti bilamana ada perubahan keputusan wasit yang memenangkan pewushu Rosalina Simanjuntak saat menghadapi pewushu Jawa Barat, Selviah Pratiwi dalam pertandingan final Sanda kelas 52 kg putri di GOR Padjajaran Bandung, Rabu (21/9/2015) kemarin.

Dia pun meminta KONI Sumatera Utara (Sumut) mengawal keputusan wasit tersebut mengingat permasalahannya telah dinaikkan ke Panitia Besar PON (PB PON).

"Sebagai Tim Manajer Sumut pasti saya juga tersakiti seperti Rosalina yang sudah dinyatakan sebagai pemenang tetapi tidak bisa mendapatkan medali emasnya akibat adanya protes dari tim Jawa Barat. Sekarang saya dapat informasi Dewan Wasit Wushu telah membawa masalah Rosalina ke PB PON. Jadi, saya minta KONI Sumut mengawalnya," kata Darsen yang dihubungi melalui telepon selular, Kamis (22/9/2016).

Bukan hanya Darsen, namun sejumlah pengurus Provinsi lain seperti Kaltim, Sumbar, DKI, Banten juga menyayangkan tindakan Edwin Sanjaya selaku ketua panitia pelaksana pertandingan wushu PON XIX yang melakukan protes masuk ke tempat pertandingan dan menantang wasit/hakim berkelahi serta memprovokasi pendukung Tim Jawa Barat.

"Protes sah-sah saja tapi pakai prosedur dong, ini sudah macam hukum rimba saja. Olahraga kan tujuannya bukan hanya kalah menang, tapi sportifitas," kata Pengurus Wushu dari Kaltim.

Sementara itu, Rosalina hanya bisa meneteskan air mata melihat rekan-rekannya naik ke atas panggung menerima pengalungan medali. Bahkan, dia terus saja menangis meski rekan-rekannya, ofisial bahkan Gubernur Sumut T Erry Nurradi agar bersabar. ***

wwwwww