Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
23 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
22 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
20 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
9 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
5 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Info Mudik 2016

Lalui Jalan Tol Trans Sumatera? Pemudik Harus Ekstra Waspada, Ruas Jalan Belum Sempurna

Lalui Jalan Tol Trans Sumatera? Pemudik Harus Ekstra Waspada, Ruas Jalan Belum Sempurna
Penampakan Tol Trans Sumatera, Lampung Selatan. (istimewa)
Sabtu, 02 Juli 2016 11:23 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pemerintah telah menyatakan akan menggunakan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dalam keadaan darurat menjelang arus mudik dan balik Lebaran. Namun bagi pemudik yang akan menggunakan jalan ini harus benar-benar waspada.

Hal tersebut diungkapkan Kabag Ops Polres Lampung Selatan, Kompol Yustam. Dirinya bahkan mendesak Pemerintah untuk mengkaji ulang rencana digunakannya JTTS sebagai salah satu rute darurat. Pasalnya, kondisi JTTS yang belum rampung justru berpotensi menyebabkan longsor dan rawan kecelakaan lalu lintas.

"Kalau jalan itu dipaksakan untuk dilalui, saya rasa sulit itu. Jalannya saja masih tanah bercampur pasir begitu, ditakutkan akan terjadi longsor," kata Yustam, Sabtu, (2/07/2016).

Menurutnya, dari hasil uji coba yang dia lakukan, jalur JTTS dari Bakauheni menuju Desa Hatta. Namun, jalanan tersebut masih ada tanjakan dan turunan yang terjal yang berdampak pada lakalantas. "Saya sudah coba menggunakan motor, jalannya pasir, jalan itu kan belum terlalu kuat,” katanya.

“Nanti kalau terjadi kecelakaan seperti kendaraan jatuh ke jurang atau lakalantas lain, siapa yang berani bertanggung jawab? Rambu-rambu lalu lintasnya saja belum ada," tambahnya.

Meskipun JTTS tersebut tetap harus digunakan dalam kondisi darurat, sambung Yustam, aparat kepolisian tidak akan mengarahkan kendaraan melalui jalur JTTS untuk menjaga keselamatan berlalu lintas.

"Kalau memang ada kendaraan yang mau lewat situ (JTTS,red) silakan saja, kami tidak melarang dan tidak mengarahkan kendaraan melalui jalur JTTS," katanya.

Bagaimana jika terjadinya kemacetan panjang? Yustam mengaku pihaknya sudah beberapa kali melakukan monitoring dan menganalisis penyebab terjadinya kemacetan.

"Kita sudah antisipasi hal itu, setiap pos kita jaga, dari Bakauheni sampai Bandar Lampung, setiap 100 meter kami siapkan anggota, kami juga mempersiapkan kantong parkir jika terjadi kemacetan panjang," pungkasnya. (***)

Sumber:Viva.co.id
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww