Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
6 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ustad Fikri Haikal MZ: Budaya Asing Mulai Gerus Budaya Indonesia

Ustad Fikri Haikal MZ: Budaya Asing Mulai Gerus Budaya Indonesia
Ustad Fikri Haikal MZ berdakwah di Sawang, Aceh Selatan. (Al Fahd Radi Fahlefi/GoAceh.co)
Kamis, 05 Mei 2016 14:13 WIB
Penulis: Al Fahd Radi Fahlefi
ACEH SELATAN – Dihadapan lebih kurang 7.000 pengunjung, putra mubalig kondang almarhum Kyai Haji Zainuddin Muhammad Zein mengaku cemas dengan dahsyatnya budaya asing masuk ke Indonesia. Moderenisasi ala kebaratan akan mengikis kebudayaan bangsa ini hingga ulama tidak dihargai.

Pernyataan bernada himbauan tersebut disampaikan Ustad Fikri Haikal MZ dihadapan lautan masa, saat mengisi ceramah Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1437 di lapangan bolakaki Habib Mustafa, Gampong Meuligo, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan Rabu malam (4/5/2016).

“Saya cemas dengan dahsyatnya budaya asing masuk ke pelosok Indonesia. Pondasi kebudayaan kita akan tergerus hingga rapuh. Bahaya kemajuan teknologi membuat anak bangsa terinspirasi hingga ulama nyaris tidak dihargai,” Ustad Fikri Haikal.

Buktinya, tambah putra almarhum dai sejuta umat ini, Jakarta sebagai tempat gudangnya ulama tetapi kemaksiatan dan kejahatan merajalela. Ironisnya, masyarakat lebih menghargai artis ketimbang ulama. Faktor ini akan berdampak buruk terhadap perkembangan agama Islam. Satu jam artis bergoyang, dinilainya mencapai ratusan juta.

“Mengantisipati hal tersebut, mari kita mendekatkan diri ke masjid-masjid, beribadah dan beramal. Bekali anak-anak kita dengan ilmu agama. Singkirkan perbedaan dengan merajut kekompakan dan persatuan agar bangsa ini selamat dunia dan akirat. Tanpa ulama dan iman, aliran keblinger akan menyusup untuk merobek ajaran islam,” ajak putra sulung KH Zainuddin MZ seraya mengakui datang ke Aceh Selatan ditemani istri dan dua putranya.

Sebenarnya, aku suami Via Suzanna, masyarakat Aceh Selatan khususnya, usmat islam di seluruh dunia pada umumnya sangat berhutang budi kepada ulama. Berkat ulama masyarakat pandai mengaji dan memahami ilmu agama. Ulama memerangi kebathilan, kemaksiatan dan mendidik umat ke arah yang benar dunia dan akhirat. Semoga masyarakat Aceh Selatan kelak menjadi penghuni Syurga. (rad)

wwwwww