Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ibu Kota Aceh Tamiang Penuh Debu

Ibu Kota Aceh Tamiang Penuh Debu
Jalan dua jalur Medan - Banda Aceh, di Karang Baru Aceh Tamiang tak luput dari debu. (Suparmin/GoAceh.co)
Kamis, 05 Mei 2016 14:05 WIB
Penulis: Suparmin

ACEH TAMIANG - Ibu kota Kabupaten Aceh Tamiang, Karang Baru benar benar menjadi kota debu karena selalu diselimuti debu berterbangan yang sumbernya berasal dari badan jalan dua jalur, proyek OTSUS yang tak selesai dikerjakan pada anggaran tahun 2015 lalu.

Diharapkan ditahun 2016 ini, Pemerintah Aceh segera menyelesaikan pekerjaan jalan dua jalur Medan - Banda Aceh tersebut. Amatan GoAceh.co, jalan dua jalur sebagai sumber debu terjadi sejak ujung jembatan Kualasimpang hingga depan Kantor Bupati dan Kantor DPRK Aceh Tamiang.

Seperti yang diungkapkan Dr A Halim SpOG, dia berharap proyek jalan dua jalur tersebut segera dapat dirampungkan pekerjaannya.

"Dalam hal ini kita tidak menyalahkan oihak manapun, namun kita hanya bisa berharap kepada Pemda kita agar mencari solusi untuk mengurangi banyaknya abu. Misalnya melakukan penyiraman secara rutin," pinta Halim.

Lanjut Halim lagi, sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten yang memiliki keterkaitan dalam hal tersebut, kata Halim sangat wajar jika melakukan saling koordinasi dalam penyiraman jalan.

"Dinas Kesehatan, BPBD, PU dan BLHK saya kira bisa untuk berkoordinasi, berembug mencari solusi saling bergandengan tangan dan bahu membahu untuk menyiram abu agar berkurang," ujar Halim.

Sebab kata Halim, akibat banyaknya debu yang mencemari udara sangat dipastikan dapat menyebabkan terjadinya penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) bagi warga.

"Memang ini Proyeknya Pemerintah Provinsi Aceh, tetapi demi pencegahan penyakit bagi rakyat, dan atas hal hal yang tak diinginkan, yang diharapkan adalah hanya proaktif dari Pemerintah setempat," ujar Dr Halim. (Par)

wwwwww