Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
9 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Komisi Agama DPR Apresiasi Temuan BPK Atas Penyimpangan Penyelenggaraan Haji

Komisi Agama DPR Apresiasi Temuan BPK Atas Penyimpangan Penyelenggaraan Haji
Ilustrasi dana haji. (net)
Rabu, 27 April 2016 15:40 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) temukan penyimpangan penyimpangan penyelenggaraan dana Ibadah Haji sebesar Rp1 triliun.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Ahmad Mustaqim apresiasi temuan penyimpangan dana operasional haji itu.

Politisi PPP itu mengaku temuan itu merupakan salah satu upaya pengawasan yang dilakukan DPR yang bekerjasama dengan BPK. Dimana sekitar 2 bulan lalu, dirinya ikut dalam rombongan Komisi VIII untuk berkonsultasi tentang itu.

"Memang itu bagian dari perjuangan kami termasuk saya selaku salah satu anggota Tim Pengawas Pelaksanaan Haji 2015," akunya di Gedung DPR RI, Rabu (27/4/2016).

Komisi agama DPR memutuskan untuk berkonsultasi dengan BPK setelah mereka melakukan rapat kerja dengan Kemenag terkait evaluasi Pelaksanaan Haji 2015 Januari lalu.

"Ternyata laporan pelaksanaan Haji yang di sampaikan Dirjen PHU sangat melukai perasaan rakyat yang terwakili di Komisi VIII," ujarnya.

Bagaimana tidak, lanjut dia, pembiayaan pelaksanaan Haji yang secara total sekitar Rp. 10 triliun ternyata hanya dilaporkan dalam beberapa lembar kertas yang tidak sepatutnya sebagai laporan evaluasi.

"Hal lain yang lebih prinsipil adalah persetujuan Komisi VIII DPR RI sebesar sekitar Rp 9 T ternyata pada pelaksanaanya mencapai Rp 10 T lebih dan tanpa persetujuan DPR Komisi VIII. Artinya ada bias senilai 1T lebih," pungkasnya. ***

wwwwww