Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Irfendi Ingatkan Wali Nagari, Agar Ekstra Hati-hati Kelola Dana Nagari

Irfendi Ingatkan Wali Nagari, Agar Ekstra Hati-hati Kelola Dana Nagari
Pemkab Lima Puluh Kota menggelar rapat koordinasi dengan seluruh wali nagari yang ikut dihadiri staf khusus Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indra SG Lubis, SE.(f/humas)
Jum'at, 25 Maret 2016 18:27 WIB
Penulis: Trinanda

LIMA PULUH KOTA- Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi  mengingatkan seluruh walinagari untuk meningkatkan kehati-hatian dalam mengelola dana desa/nagari. Jangan sampai penggunaan dana itu menimbulkan permasalahan hukum.

Penegasan itu disampaikan bupati dalam arahannya pada acara rapat koordinasi pemerintahan nagari se-Kabupaten Lima Puluh Kota yang turut dihadiri staf khusus Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indra SG Lubis, SE, dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan, S.Sos di aula kantor bupati setempat, kemaren.

“Agar nantinya tidak terjerat persoalan hukum, dari sekarang kita mewanti-wanti agar setiap wali nagari ekstra hati-hati dalam mengelola dana nagari. Namun, sepanjang mengacu pada aturan berlaku, tidak ada yang harus ditakutkan,” ujar Irfendi.

Menurut Irfendi, tahun ini pemerintah pusat akan mengucurkan anggaran minimal Rp600 juta hingga Rp1 milyar lebih. Setiap nagari boleh berbesar hati mendapatkan dana yang besar tersebut, namun jangan lalai membuat laporan pertanggungjawabannya. Jangan biasakan menunda pencatatan penggunaan dana, agar tidak lupa dan menimbulkan penyimpangan.

“Kita berharap pemerintah nagari terlatih untuk melaksanakan akuntabitas keuangan. Begitu dana masuk dan digunakan, jangan lupa membuat laporan pertangungjawabannya. Sebab, dana desa yang mencapai Rp1 milyar lebih itu akan diawasi termasuk oleh KPK,” ingat Irfendi.

Selain mengingatkan kehati-hatian pemerintah nagari, Irfendi juga mengajak semua pihak termasuk tokoh masyarakat ikut mengawasi proses pengelolaan dana dimaksud agar tidak terjadi penyelewengan.

Sementara itu Wakil Bupati Ferizal Ridwan, S.Sos dalam penyampaiannya mengungkapkan silva di daerah ini terus meningkat karena penganggaran yang tidak tepat. Begitu pula dana belanja pegawai yang sm;pai 65%, menurut Ferizal juga disebabkan penganggaran yang tidak pas dan tidak pantas.

“Kita menemukan, dana silva meningkat setiap tahunnya dan anggaran belanaja pegawai sm;pai 65% lantaran penganggaran yang tidak tepat dan tidak pentas. Menyikapi ini, saya akan kawal mulai dari renja SKPD sampai penetapan APBD, pelaksanaan dan evalkuasinya,” ungkap Ferizal.

Dalam kesempatan itu putera Lareh Sago Halaban ini juga menyorot pertangungjawaban dana nagari tahun 2015 yang masih ada sebanyak 27 nagari yang belum memasukan laporannya. Keterlambatan ini dikhawatirkan akan memperlambat transper dana pusat ke nagari.

“Kita berharap hari senin depan semua laporan pertangungjawaban seluruh nagari sudah masuk.  Kalau laporan macet, bagaimana kita berharap menjadi daerah yang pertama ditransper menteri,” papar Ferizal.

            Sedangkan Indra SG Lubis dalam paparannya menjelaskan, alokasi APBN untuk dana desa sebelumnya sebesar Rp20,7 triliun  atau rata-rata Rp 250-350 juta perdesa, kini bertambah menjadi Rp 46,9 triliyun atau rata-rata Rp600 sampai 700 juta per desa.

“Pencairan dana desa tahun ini dibagi dalam dua tahap, dengan pembagian 60 persen dan 40 persen, dimana tahap pertama akan dilaksanakan April, sedangkan tahap kedua dilakukan Agustus,” jelas Indra.***

Editor:M.Siebert
Kategori:Balai Kota, GoNews Group, Jiran
wwwwww