Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
17 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
6 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Puluhan Pelajar yang Tergabung Dalam Rohis Rengat Barat Tolak Perayaan Valentine Day, Ini Alasannya

Puluhan Pelajar yang Tergabung Dalam Rohis Rengat Barat Tolak Perayaan Valentine Day, Ini Alasannya
Rohir Rengat Barat saat menggelar aksi damai di Bundaran Patin Pematang Reba
Sabtu, 13 Februari 2016 16:52 WIB
Penulis: Jefri Hadi
RENGAT- Puluhan pelajar yang tergabung dalam Rohis (Rohani Islam) Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau menolak keras perayaan hari kasih sayang atau yang dikenal dengan valentine day yang biasa diperingati setiat 14 Februari.

Aksi penolakan tersebut ditunjukan mereka dalam aksi damai yang nereka gelar di Bundaran Patin Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Sabtu (13/2/2016) sore ini.

Dalam orasinya, Rohis Kecamatan Rengat Barat itu menghimbau dan mengajak kepada seluruh umat islam terutama para generasi muda islam untuk tidak terbawa arie dengan budaya yang dinilai merusak tatanan islam tersebut.

"Kita menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Inhu, terutama para generasi muda untuk tidak melakukan perayaan valentine. Karena itu bukan merupakan budaya dan adat kita selaku orang timur yang berbudaya dan beragama islam," ujar Koordinator aksi demo, Dwi Jayanti kepada GoRiau.com, Sabtu (13/2/2016).

Disebutkan Pembina Rohis Rengat Barat itu, sebelum-sebelumnya, perayaan hari kasih sayang atau valentine day ini banyak digunakan oleh masyarakat atau para generasi muda untuk melakukan perbuatan melanggar norma-norma islam. Seperti pacaran yang diteruskan dengan perbuatan perzinaan dan hubungan lain yang diluar batas norma agama.

"Maka dari itu, agar hal itu tidak lagi terulang dan menjadi sebuah kebiasaan buruk bagi generasi muda, kita dari Rohis Rengat Barat yang terdiri dari pelajar dari beberapa sekolah, diantaranya SMKN 1 Rengat Barat, MA Darul Islam Desa Tanah Datas dan MAN Rengat, menolak keras pelaksanaan valentine day ini," pungkas Dwi tegas.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, M Zulkifli selaku Ketua Komunitas DBAS (Dunia Bahgia Akhirat Surga) Rohis Rengat barat menyebutkan bahwa, pihaknya menghimbau kepada setiap sekolah yang ada di Inhu agar tidak mengizinkan para pelajarnya melakukan perayaan valentine day tersebut.

"Tidak ada tempat bagi kegiatan negatif seperti valentine day ini. Jangan kita mau terkontaminasi dengan kebudayaan yang melunturkan nilai agama kita. Moeslim say no to valentine day," pungkasnya tegas.***

wwwwww