Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
4 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti

Pemkab Pasaman Barat Ajak Masyarakat Jaga Daerah Aliran Sungai untuk Cegah Bencana

Pemkab Pasaman Barat Ajak Masyarakat Jaga Daerah Aliran Sungai untuk Cegah Bencana
Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto (tengah) mengadakan rapat terkait upaya menjaga daerah aliran sungai beberapa waktu lalu. (antara/ho-diskominfo pasaman barat)
Minggu, 29 Desember 2024 22:31 WIB
SIMPANG EMPAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengimbau masyarakat untuk menjaga dan memperhatikan daerah aliran sungai (DAS) guna mencegah bencana alam yang kerap terjadi akibat pengelolaan DAS yang tidak terkendali.

"Daerah aliran sungai harus menjadi perhatian bersama. Banyak bencana alam terjadi karena kondisi DAS yang rusak," ujar Wakil Bupati Pasaman Barat, Risnawanto, di Simpang Empat, Minggu (29/12/2024).

Ia menjelaskan bahwa keberadaan banyak sungai di Pasaman Barat menjadi salah satu faktor pemicu bencana, terutama saat pengelolaannya tidak sesuai. Sungai-sungai yang rusak dapat berdampak langsung pada lingkungan, seperti banjir yang sering melanda.

"Salah satu contohnya adalah Sungai Batang Saman di Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, yang sering meluap dan menyebabkan banjir. Dampaknya merendam rumah warga, lahan pertanian, serta perkebunan," ungkapnya.

Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Pasaman Barat telah membentuk Forum DAS Pasaman Barat yang akan bekerja sama dengan Forum Pengelolaan DAS Sumatera Barat. Forum ini akan fokus pada pendekatan terpadu untuk menyelaraskan aktivitas manusia dengan pelestarian lingkungan di wilayah DAS.

"Kami akan meningkatkan koordinasi untuk mengelola sumber daya alam di DAS secara terpadu, mulai dari hulu hingga hilir. Semua pihak harus memahami bahwa aliran sungai merupakan kesatuan yang terintegrasi," tambahnya.

Risnawanto juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta, untuk berkolaborasi dalam menjaga kelestarian DAS. Upaya ini penting untuk mencegah bencana dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam di wilayah Pasaman Barat. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Ragam
wwwwww