Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
4 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti

Mendarat Saat Angin Kencang, Pesawat Bermuatan 183 Penumpang Patah dan Terbelah, 3 Tewas dan 179 Terluka

Mendarat Saat Angin Kencang, Pesawat Bermuatan 183 Penumpang Patah dan Terbelah, 3 Tewas dan 179 Terluka
Pesawat Pegasus patah terbelah tiga akibat tergelincir. (sindonews.com)
Kamis, 06 Februari 2020 11:56 WIB
ISTANBUL - Tiga orang tewas dan 179 terluka akibat tergelincirnya pesawat Pegasus Airlines di Bandara Sabiha Gokcen, Istanbul, pada Rabu (5/2) malam waktu setempat.

Dikutip dari sindonews.com, pesawat bermuatan 183 penumpang itu tergelincir sampai ke ujung landasan yang licin hingga patah dan terbelah menjadi tiga bagian.

Saat berbicara pada jurnalis di Provinsi Van, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca menjelaskan tiga orang tewas setelah dibawa ke rumah sakit.

Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya sebelumnya menyatakan, pesawat itu membawa 177 penumpang dan enam kru dari Provinsi Izmir. Menurut dia, para korban terluka dirawat di 18 rumah sakit di wilayah itu.

''Pesawat tak dapat mendarat mulus di landasan karena kondisi cuaca buruk dan tergelincir sekitar 50-60 meter,'' papar Yerlikaya di bandara.

Pesawat jenis Boeing 737-86J itu terbelah menjadi tiga bagian setelah jatuh sekitar 30 hingga 40 meter di ujung landasan yang basah. Rekaman video menunjukkan pesawat mendarat dan terus dengan kecepatan tinggi hingga ujung landasan.

Menteri Transportasi Turki Cahit Turhan menjelaskan, sejumlah penerbangan yang menunggu untuk mendarat di Sabiha Gokcen dialihkan ke Bandara Istanbul.

Pegasus menyatakan pesawat tergelincir di landasan dan para penumpang sedang dievakuasi. Juru bicara perusahaan tidak memberikan rincian lebih lanjut.

NTV melaporkan pesawat berupaya mendarat dalam kondisi heavy tailwind meski dua penerbangan sebelumnya membatalkan pendaratan karena angin kencang tersebut. ***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww