Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
5 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi

Temuan Komnas HAM, Korban Tewas Kerusuhan Wamena 43 Orang, 10 Tak Tercatat Polisi

Temuan Komnas HAM, Korban Tewas Kerusuhan Wamena 43 Orang, 10 Tak Tercatat Polisi
Jum'at, 18 Oktober 2019 20:08 WIB
JAKARTA - Pihak kepolisian menyebut jumlah korban tewas akibat kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua, pada 23 September lalu 33 orang. Namun, menurut Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), jumlah korban tewas mencapai 43 orang.

Dikutip dari okezone.com, Komnas HAM menemukan 10 korban tewas tak tercatat oleh aparat kepolisian. Hal tersebut diketahui setelah Komnas HAM mendatangi lokasi pada 13-17 Oktober 2019.

''Kami dapatkan informasi lagi yang cukup kredibel, tetapi ini harus dikonfirmasi lagi, ada 10 orang lagi yang diduga tewas, di luar 33 orang yang dicatat pihak keamanan di Wamena. Kami sudah sampaikan penemuan ini ke TNI dan Polri di Papua,'' kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Ia menambahkan, 10 orang itu tidak tercatat oleh polisi lantaran yang bersangkutan tidak sempat dibawa ke rumah sakit. Mereka langsung dikebumikan keluarganya masing-masing.

Meski begitu, lanjut dia, kepastian itu masih harus dikonfirmasi lebih lanjut oleh aparat kepolisian. Sebab, karena letak wilayah geografis yang cukup sulit membuat pihaknya tak bisa melakukan pendalaman informasi lebih lanjut.

''Kita belum memverifikasi hal ini secara langsung karena letak geografis di Papua yang sulit, harus ada persiapan-persiapan tertentu,'' ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, 10 orang itu meregang nyawa setelah diduga tertembak. Namun, mereka langsung dibawa pihak keluarga untuk dikuburkan.

''Kami bersepakat akan lanjutkan investigasinya,'' katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 33 warga harus meregang nyawa pada insiden demo anarkis Senin, 23 September, dan sedikitnya 8.000 orang mengungsi di Jayawijaya maupun di Jayapura. Sekitar 450 aparat kepolisian Brimob BKO Polda Papua dan jajaran Polda Papua telah berada di Kabupaten ini untuk meredam situasi pascakerusuhan.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam
wwwwww