Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
4 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti

Giliran Pemkab Pesisir Selatan Liburkan Sekolah Akibat Kabut Asap

Giliran Pemkab Pesisir Selatan Liburkan Sekolah Akibat Kabut Asap
Para pengendara melintas di tengah kabut asap tebal. (liputan6.com)
Rabu, 25 September 2019 09:23 WIB
PAINAN - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) meliburkan sekolah akibat kabut asap yang semakin pekat menyelimuti daerah tersebut.

Sebelumnya, sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat juga sudah meliburkan sekolah akibat tebalnya kabut asap, diantaranya Pemkab Agam, Pemkot Bukittinggi, Pemkab Tanah Datar, Pemkot Padang dan Pemkab Solok Selatan.

''Berdasarkan pantauan hari ini, udara di Pesisir Selatan sangat tidak sehat, makanya kami meniadakan proses belajar mengajar di sekolah untuk dua hari ke depan terhitung sejak Rabu (25/9) sampai Kamis (26/9),'' kata Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, dikutip Antara, Selasa (24/9/2019).

Libur berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

''Jika kondisi udara telah membaik maka pada Jumat (27/9), pelajar kembali belajar di sekolahnya masing-masing, namun jika tidak, maka pemberitahuan selanjutnya akan kami sampaikan ke sekolah,'' katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan Zulkifli mengatakan, meski pelajar diliburkan, kepala sekolah, guru dan pegawai sekolah tetap harus masuk seperti biasa.

Ia juga berpesan kepada para pelajar agar selama libur tetap belajar di rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan guna menghindari paparan kabut asap.

''Libur bukan berarti ajang untuk bermalasan-malasan, kami telah menyampaikan hal ini ke sekolah dan selanjutnya disampaikan ke orangtua masing-masing pelajar,'' katanya.

Pada Senin (23/9), Bupati Hendrajoni bersama para pejabat daerah membagikan 5.000 masker kepada para pengendara di Painan dalam upaya mencegah dampak paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan masyarakat. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam
wwwwww