Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
12 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kampus

Kunjungi PBB, Menpora Erick Bahas Dua Tantangan Besar Generasi Muda Ini

Kunjungi PBB, Menpora Erick Bahas Dua Tantangan Besar Generasi Muda Ini
Menpora Erick bersama Felipe Paullier, Assistant Secretary-General for Youth Affairs United Nations. (Kemenpora)
Sabtu, 25 Juli 2026 17:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution

NEW YORK - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir yang didampingi Duta Besar/Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melakukan kunjungan ke Markas PBB di New York, Amerika Serikat.

Dalam kunjungan tersebut, Menpora Erick bertemu dengan Felipe Paullier, Assistant Secretary-General for Youth Affairs United Nations. Pertemuan ini membahas berbagai isu dan tantangan yang saat ini dihadapi generasi muda di berbagai belahan dunia, sekaligus bertukar pandangan mengenai pendekatan dan program kepemudaan yang relevan dengan kebutuhan mereka.

“Kami berdiskusi terkait berbagai isu kepemudaan di seluruh dunia. Ini menjadi masukan penting bagi kami untuk memastikan program-program kepemudaan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan para pemuda dan pemudi,” ujar Menpora Erick.

Dari berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, Menpora menyebut
Ketersediaan lapangan pekerjaan dan kesehatan mental menjadi dua isu besar yang dirasakan anak muda di berbagai negara.

Menurutnya, kedua persoalan tersebut perlu menjadi perhatian dalam merancang program pemberdayaan generasi muda. Terlebih, perubahan dunia yang berlangsung cepat turut memengaruhi masa depan pekerjaan, kehidupan sosial, hingga tekanan yang dihadapi generasi muda.

“Lapangan pekerjaan dan kesehatan mental menjadi dua isu besar yang paling dirasakan pemuda dan pemudi di dunia saat ini. Karena itu, program kepemudaan yang kita jalankan harus tepat sasaran, relevan dengan tantangan yang mereka hadapi, dan benar-benar memberikan dampak,” kata Menpora.

Menpora Erick menegaskan, Kemenpora terus mendorong agar kebijakan kepemudaan tidak sebatas menghadirkan kegiatan, tetapi mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar pembangunan kepemudaan mampu melahirkan generasi Indonesia yang memiliki karakter kuat, daya juang, kepedulian terhadap sesama, serta kecintaan kepada bangsa dan negara. Semangat ini sejalan dengan teladan yang diberikan para tokoh pemuda terdahulu yang bersatu dalam tekad memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, di atas perbedaan suku dan agama.

“Sejak pertama kali memberikan amanah kepada saya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang jelas bahwa kita harus membangun generasi muda Indonesia yang patriotik, gigih dan berempati. Karena itu, setiap program harus memiliki tujuan dan dampak yang jelas bagi masa depan mereka,” ujar Menpora Erick.

Pertemuan dengan Felipe Paullier juga menjadi bagian dari upaya Kemenpora untuk memperluas perspektif dan memperkuat jejaring internasional dalam pembangunan kepemudaan. Menpora menilai Indonesia perlu terus bertukar pengalaman dan praktik terbaik dengan berbagai negara serta lembaga internasional untuk menjawab tantangan generasi muda yang semakin kompleks.

“Pemuda adalah kekuatan masa depan Indonesia. Tugas kita memastikan mereka mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, sekaligus memiliki karakter yang kuat untuk membawa Indonesia semakin maju dan mampu bersaing di tingkat dunia,” pungkasnya. ***

wwwwww